PASAMAN, HARIANHALUAN.ID — Bupati Pasaman, Welly Suhery, resmi melantik tiga Penjabat Wali Nagari di dua kecamatan, yakni Kecamatan Mapat Tunggul dan Kecamatan Rao Utara, Rabu (29/4).
Pelantikan tersebut dilaksanakan di dua lokasi berbeda sebagai bagian dari langkah percepatan penguatan pemerintahan nagari.
Adapun tiga penjabat yang dilantik masing-masing adalah Gufti Yomi, SE sebagai Penjabat Wali Nagari Lubuk Gadang, Gustaniah sebagai Penjabat Wali Nagari Koto Nopan, serta Gusti Erizal sebagai Penjabat Wali Nagari Koto Rajo. Ketiganya diharapkan mampu mengemban amanah dalam memperkuat pelayanan publik di tingkat nagari.
Dalam sambutannya, Bupati Welly menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mendorong percepatan program unggulan “Nagari Bangkit”. Ia menilai, pemerintahan nagari memiliki peran vital sebagai ujung tombak pelayanan kepada masyarakat.
“Pemerintahan nagari harus hadir lebih dekat dengan masyarakat. Pelayanan publik harus semakin mudah diakses, cepat, dan tepat sasaran,” ujarnya.
Selain itu, pelantikan ini juga menjadi bagian dari upaya penataan nagari sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Melalui penataan tersebut, pemerintah daerah menargetkan peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan nagari yang lebih efektif dan efisien.
Bupati juga menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai lokal, seperti falsafah Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK), sebagai landasan dalam menjalankan pemerintahan dan kehidupan bermasyarakat di nagari.
Ia menyebutkan, hingga saat ini Kabupaten Pasaman memiliki 62 nagari yang tersebar di 12 kecamatan. Dengan dilantiknya penjabat wali nagari di tiga wilayah tersebut, diharapkan mampu mempercepat pemerataan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Lebih lanjut, Bupati Welly mengingatkan bahwa para penjabat wali nagari memiliki tanggung jawab besar, mulai dari pengelolaan anggaran, pembangunan infrastruktur dasar, hingga pendataan potensi nagari.
“Tugas penjabat wali nagari tidak ringan. Diperlukan komitmen, integritas, serta kemampuan dalam mengelola pemerintahan secara transparan dan akuntabel,” tegasnya.












