EkBisHEADLINE

Memotret Ekonomi Sumbar Lewat Sensus Ekonomi 2026

×

Memotret Ekonomi Sumbar Lewat Sensus Ekonomi 2026

Sebarkan artikel ini
Kepala BPS Sumbar, Nurul Hasanudin memberikan pemaparan terkait pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, Senin (4/5). YESI

PADANG, HARIANHALUAN.ID — Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) bersiap menggelar Sensus Ekonomi 2026 (SE 2026) dengan melibatkan 5.000 petugas lapangan. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung mulai Mei hingga Agustus 2026 mendatang.

Kepala BPS Sumbar, Nurul Hasanudin menegaskan bahwa sensus tahun ini agak berbeda karena tidak hanya menyasar usaha konvensional, tetapi juga akan memotret perkembangan ekonomi digital yang kian pesat. Mulai dari pelaku UMKM, perdagangan online, hingga konten kreator seperti YouTuber dan influencer akan masuk dalam cakupan pendataan.

“Sekarang aktivitas ekonomi tidak hanya terjadi di toko atau pasar, tetapi juga di rumah-rumah melalui platform digital. Semua ini akan kami data secara sistematis,” ujar Nurul kepada Haluan, Senin (4/5).

Ia menyebut, BPS telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari pemetaan wilayah, identifikasi kebutuhan petugas, hingga pelatihan teknis. Pendataan akan mencakup seluruh 19 kabupaten/kota di Sumbar dengan pendekatan yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah, baik perkotaan maupun pedesaan.

Baca Juga  Diduga Mesum, Sepasang Mahasiswa Mengaku Suami-Istri saat Digrebek Warga

BPS memastikan SE 2026 akan menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) seperti Kepulauan Mentawai. “Termasuk di Kepulauan Mentawai, tentunya ada 3 pulau besar yang sudah dipersiapkan bagaimana memetakan hingga mengidentifikasi teknis terkait,” ujarnya.

Petugas sensus nantinya akan dilengkapi atribut resmi seperti rompi dan identitas, serta mendatangi rumah-rumah dan lokasi usaha secara langsung. “Masyarakat diimbau untuk menerima petugas dan memberikan data yang akurat, dengan jaminan kerahasiaan sesuai undang-undang,” ujarnya.

Potret Lengkap 17 Sektor Ekonomi

SE 2026, kata Nurul, akan mencakup 17 sektor ekonomi, mulai dari pertanian, pertambangan, industri, hingga jasa. Data yang dikumpulkan meliputi profil usaha, omzet, struktur ekonomi, hingga penggunaan konsep ekonomi hijau dalam aktivitas bisnis.

Baca Juga  Satpol PP Kota Padang Tertibkan Tiga Orang Peminta-minta

“Hasil sensus ini diharapkan mampu menggambarkan sektor mana yang paling dominan di suatu wilayah. Selain itu memotret potensi ekonomi yang dapat dikembangkan lebih lanjut, baik pada skala UMKM maupun usaha besar,” tuturnya.

Secara nasional, BPS menargetkan pendataan terhadap lebih dari 30 juta pelaku usaha. Sensus yang digelar 10 tahun sekali setiap tahun yang berakhiran enam ini menjadi yang kelima sejak pertama kali dilakukan pada 1986.

Sekretaris Utama BPS, Zulkipli menyebut, SE 2026 akan menggunakan pendekatan baru untuk menangkap transformasi ekonomi pascapandemi, terutama pada sektor digital yang tahun-tahun sebelumnya belum terdata secara optimal.