PADANG, HARIANHALUAN.ID — Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, Sumatera Barat (Sumbar) tengah berada pada fase penuaan penduduk (ageing population). Berdasarkan data Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025, persentase penduduk lanjut usia (lansia) di Sumbar saat ini mencapai 12,01 persen.
Kepala BPS Sumbar, Nurul Hasanudin menjelaskan, mengacu pada standar internasional, suatu negara dikategorikan memasuki fase ageing population apabila proposi penduduk berusia 60 tahun ke atas mencapai sedikitnya 10 persen.
“Hasil SUPAS 2025 mempertegas adanya penuaan penduduk di Sumbar. Persentase lansia terus meningkat dari 10,46 persen pada 2020, menjadi 12,01 pada 2025,” katanya dalam keterangan resmi, Kamis (7/5).
Nurul mengatakan, dinamika penuaan penduduk menunjukkan variasi yang cukup besar antarwilayah kabupaten/kota di Sumbar. Berdasarkan data SUPAS 2025, Kabupaten Tanah Datar memiliki persentase penduduk lansia tertinggi, yaitu 15,93 persen, diikuti oleh Kabupaten Agam (14,61 persen) dan Kota Sawahlunto (13,09 persen).
Sebaliknya, persentase penduduk lansia terendah terdapat di Kabupaten Kepulauan Mentawai (7,99 persen), Kabupaten Pasaman Barat (8,69 persen), dan Kabupaten Dharmasraya (9,32 persen).
Di samping sebaran penduduk lansia, SUPAS 2025 juga memberikan gambaran mengenai sumber utama perolehan uang/barang penduduk lansia. Sebagian besar lansia di Sumbar memperoleh uang atau barang dari keluarga (suami/istri, anak/menantu, saudara/famili lain) dengan proporsi sebesar 49,66 persen.
Sumber penghidupan dari pendapatan/pekerjaan menjadi sumber utama berikutnya dengan proporsi sebesar 35,39 persen. Selain itu, lansia mengandalkan uang pensiun (10,68 persen), jaminan sosial atau bantuan sosial (2,36 persen), dan lainnya (1,00 persen). Sementara itu, kontribusi dari tabungan dan investasi tercatat paling rendah, yakni 0,92 persen.
Lebih jauh, Nurul mengungkapkan bahwa secara umum, jumlah penduduk Sumbar terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Selama periode 2010–2025, jumlah penduduk mengalami peningkatan dari 4.846,91 ribu jiwa hasil Sensus Penduduk 2010 (SP2010) menjadi 5.920,70 ribu jiwa hasil SUPAS 2025. Sementara itu, laju pertumbuhan tercatat sebesar 1,41 persen per tahun dalam 5 tahun terakhir.
Berdasarkan kelompok umur, Hasil SUPAS 2025 mencatat proporsi penduduk usia produktif (15–64 tahun) sebesar 67,75 persen, mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan hasil SP2010 sebesar 62,41 persen. Sebaliknya, penduduk usia nonproduktif (0–14 tahun dan 65 tahun ke atas) menunjukkan pola yang berbeda, untuk kelompok umur 0–14 tahun mengalami penurunan dibandingkan SP2010, dari 31,92 persen menjadi 24,38 persen.
“Sedangkan untuk kelompok umur 65 tahun ke atas menunjukkan peningkatan dari SP2010, yaitu dari 5,67 persen menjadi 7,86 persen. Perubahan komposisi penduduk kelompok umur tersebut menunjukkan pergeseran struktur umur penduduk yang mulai menyempit di kelompok umur 0–14 tahun dan melebar di kelompok umur 15–64 tahun,” katanya.
Sementara itu, berdasarkan generasi, Generasi Z menjadi kelompok terbesar dengan persentase 26,37 persen. Diikuti Generasi Milenial sebesar 23,63 persen. Komposisi kedua generasi muda ini mencakup separuh populasi, menunjukkan dominasi generasi produktif dalam struktur penduduk Sumbar saat ini.
Sedangkan kontribusi dari empat generasi lain mencapai 50,00 persen, yang terdiri dari Post Generazi Z sebesar 20,48 persen, Generasi X sebesar 18,00 persen, Baby Boomer sebesar 10,33 persen, dan Pre Boomer sebesar 1,18 persen. (*)












