BUKITTINGGI, harianhaluan, id – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kaknkemenag) Sawahlunto, Dr. H. Zulkifli memberikan penguatan dan pencerahan kepada Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) MAN Sawahlunto dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).
Kepala MAN Sawahluntu Dafril Tuanku Bandaro Senin, (11/5/26) menyampaikan bimtek berlangsung di Aula Monopoli Hotel Bukittinggi, Jumat malam lalu (8/5/26).
Kegiatan yang diikuti seluruh GTK dan pengurus Komite MAN Sawahlunto tersebut bertujuan memperkuat pemahaman tentang implementasi KBC sebagai pendekatan pendidikan yang humanis, berkarakter, dan berorientasi pada pembentukan akhlak peserta didik.
Dalam materinya Zulkifli menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga harus dilandasi nilai kasih sayang dan penghormatan terhadap peserta didik.
“Pendidikan tanpa cinta hanyalah transfer informasi yang gersang. Namun, pendidikan yang berlandaskan kasih sayang adalah bibit yang akan tumbuh menjadi karakter yang kokoh,”ujarnya
Ia menjelaskan, Implementasi KBC merupakan bagian dari transformasi madrasah untuk menciptakan lingkungan belajar yang memanusiakan manusia. Guru, menurutnya, harus mampu melihat setiap siswa sebagai individu yang memiliki potensi dan keunikan yang perlu dibimbing dengan ketulusan.
Selain membahas konsep KBC, H. Zulkifli juga memaparkan empat pilar penting dalam pengelolaan lembaga pendidikan, yakni manajerial, pengelolaan sumber daya manusia, sarana prasarana, dan tata kelola keuangan yang berintegritas.
“Kepemimpinan di madrasah harus mampu menghadirkan harmoni dalam organisasi, menghargai manusia sebagai aset utama, memanfaatkan sarana sebagai penunjang pendidikan, dan mengelola keuangan dengan penuh amanah,” katanya.
Kepala MAN Kota Sawahlunto, Dafril menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta pembinaan yang diberikan Kakankemenag Sawahlunto tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kakankemenag Kota Sawahlunto, Dr. H. Zulkifli, yang telah memberikan penguatan, motivasi, dan pencerahan kepada seluruh GTK MAN Kota Sawahlunto dalam implementasi Kurikulum Berbasis Cinta. Materi yang disampaikan menjadi bekal penting bagi kami untuk membangun madrasah yang lebih humanis dan berkarakter,” ujar Dafril. (humas).






