LIMA PULUH KOTA, harianhaluan.id – MAN Lima Puluh Kota kembali melanjutkan semangat transformasi pendidikan melalui hari kedua Workshop Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Kegiatan yang berlangsung di Sago Bungsu 2 tersebut menghadirkan narasumber, Dr .H. Muhammad Suhardi, SPd.I, MPd dengan materi bertema Strategi Pengembangan Program Keterampilan dan Penyusunan Program Jadwal serta Kurikulum Keterampilan dan Implementasi Program Sarana Prasarana pada Program Keterampilan.
Kepala MAN Lima Puluh Kota, H. Nur Ali, SAg, M.MPd Senin (25/5/26) menyebutkan sebelum pemateri, dia memberikan hantaran kata memotivasi peserta workshop. Dia mengajak seluruh pendidik dan tenaga kependidikan untuk mengikuti kegiatan dengan sepenuh hati serta mengambil ilmu dan pengalaman berharga dari narasumber.
“Ilmu dan pengalaman yang diberikan hari ini akan membawa MAN Lima Puluh Kota menjadi madrasah vokasi atau madrasah keterampilan,” katanya.
Nur Ali juga berharap tahun ini MAN Lima Puluh Kota segera mendapatkan SK sebagai madrasah keterampilan.
Dalam pemaparannya, Muhammad Suhardi menyampaikan bahwa dunia pendidikan saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Dia mencontohkan bagaimana telepon genggam merek Nokia yang dahulu sangat booming pada masanya, kini perlahan tertelan perkembangan zaman karena tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan dan perkembangan teknologi saat ini.
“Jika kita tidak mampu mengikuti perkembangan zaman, maka kita akan tertinggal,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa lulusan saat ini dituntut memiliki kompetensi dan keterampilan yang mampu bersaing di tengah perkembangan dunia kerja dan teknologi. Karena itu, madrasah harus mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap bersaing melalui keterampilan yang dimiliki. (humas).






