PESISIR SELATAN

Ketua DPRD Pessel Kritik Keras Manajemen PKS Kemilau

×

Ketua DPRD Pessel Kritik Keras Manajemen PKS Kemilau

Sebarkan artikel ini

PESISIR SELATAN, HARIANHALUAN.ID — Kunjungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan dan DPRD ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Kemilau Permata Sawit (KPS) di Nagari Kubu Tapan, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, memanas ketika Wakil Ketua DPRD Pesisir Selatan, Dani Sopian, melontarkan kritik keras kepada pihak perusahaan terkait anjloknya harga tandan buah segar (TBS) sawit yang dikeluhkan petani.

Politisi Partai NasDem itu secara terbuka mempertanyakan transparansi perusahaan dalam menerapkan potongan timbangan dan menentukan harga pembelian sawit masyarakat.

Kemarahan Dani Sopian muncul setelah pihak perusahaan menyampaikan bahwa potongan TBS yang diterapkan masih standar yakni 6 persen tergantung kondisi cuaca dan kualitas buah. Menurut Dani, angka tersebut tidak sesuai dengan informasi yang diterima DPRD maupun hasil inspeksi lapangan yang pernah dilakukan sebelumnya.

Baca Juga  Suasana Panas Warnai RDP Klenteng Pulau Cubadak, DPRD Semprot PPNI hingga Investor

“Kamu jangan ngomong yang baik-baik saja. Potongan timbangan 6 persen apanya? Itu bohong. Kami dulu waktu sidak ke sini potongan timbangan masih sekitar 9-12 persen. Informasi itu kami dapat dari masyarakat disini,” ujar Dani kepada perwakilan perusahaan, Senin (1/6/2026).

Ia menyebut, DPRD telah berulang kali menerima laporan dari masyarakat terkait tingginya potongan timbangan yang dinilai memberatkan petani sawit. Bahkan, kata Dani, DPRD pernah melakukan inspeksi mendadak dan mengundang manajemen perusahaan dalam rapat dengar pendapat (RDP), namun tidak mendapatkan respons yang memuaskan.

“Kami juga sudah melakukan sidak ke sini, tapi tidak dihargai. Kami undang RDP, pimpinanmu tidak datang,” ucapnya lagi.

Baca Juga  Bupati Hendrajoni: Dapur MBG dan SPPG Harus Gerak Cepat Bantu Warga Terdampak Banjir

Dani menegaskan DPRD Pesisir Selatan tidak pernah menghambat investasi yang masuk ke daerah. Namun, menurutnya, pihak perusahaan juga harus menunjukkan komitmen dalam membantu masyarakat dan menghormati lembaga daerah yang menjalankan fungsi pengawasan.

“Kami di sini tidak pernah menghambat orang untuk berinvestasi. Tapi tolong hargai kami dan bantu masyarakat. Berdirinya pabrik sawit di sini, itu berkat kami juga,” katanya.

Pernyataan keras tersebut menjadi sorotan dalam kunjungan yang dilakukan menyusul keresahan petani atas merosotnya harga sawit di Pesisir Selatan dalam beberapa pekan terakhir.

Sebelumnya, Pengawas TBS PT Kemilau Permata Sawit, Erwin Saputra, menjelaskan bahwa harga pembelian TBS yang berlaku saat ini berada pada angka Rp2.350 per kilogram.