DHARMASRAYA

Kecewa Hasil Perbaikan Mobil, Warga Gunung Medan Pertimbangkan Tempuh Jalur Hukum terhadap Bengkel

×

Kecewa Hasil Perbaikan Mobil, Warga Gunung Medan Pertimbangkan Tempuh Jalur Hukum terhadap Bengkel

Sebarkan artikel ini

DHARMASRAYA, HARIANHALUAN.ID – Harapan mendapatkan kendaraan kembali dalam kondisi prima usai mengalami kecelakaan justru berujung kekecewaan.

Seorang warga Gunung Medan, Kabupaten Dharmasraya, mengaku tidak puas terhadap hasil perbaikan mobilnya di sebuah bengkel di Kecamatan Koto Baru, dan kini mempertimbangkan menempuh jalur hukum untuk meminta pertanggungjawaban.

Angga (35), pemilik mobil Toyota Rush yang diperbaiki di Bengkel Usaha Bersama, menilai hasil pekerjaan yang diterimanya tidak sebanding dengan biaya yang telah disepakati. Ia mengaku menemukan sejumlah kekurangan pada hasil perbaikan kendaraan yang baru selesai dikerjakan.

Menurut Angga, kendaraan miliknya mengalami kerusakan setelah ditabrak mobil box kargo pada 3 Juni 2026. Akibat insiden tersebut, pintu bagasi belakang mengalami penyok dan bagian body kit belakang rusak.

Baca Juga  Truk Parkir di Bahu Jalinsum Sungai Betung Dharmasraya Resahkan Warga Pengguna Jalan

Karena pengemudi mobil kargo bersedia menanggung seluruh biaya perbaikan, kendaraan kemudian dibawa ke Bengkel Usaha Bersama untuk diperbaiki. Angga mengaku telah meminta agar mobil dikembalikan ke kondisi semula seperti sebelum kecelakaan.

“Saat itu pihak bengkel menyampaikan biaya perbaikan sebesar Rp5,8 juta, terdiri dari Rp4 juta untuk perbaikan pintu bagasi dan Rp1,8 juta untuk body kit belakang. Estimasi pengerjaan yang diberikan kurang dari 15 hari,” ujar Angga.

Setelah proses perbaikan selesai dan kendaraan diserahkan kembali pada 14 Juni 2026, Angga mengaku terkejut melihat hasil pekerjaan yang menurutnya tidak sesuai ekspektasi.

Baca Juga  Masuk Enam Nomine Terbaik Nasional,Tim Penilai Uji Kinerja Pelayanan Perizinan Pemkab Dharmasraya

Ia menilai kualitas pengecatan pada pintu bagasi belakang kurang rapi karena terdapat bintik-bintik pada permukaan cat. Selain itu, body kit belakang yang dipasang juga dipersoalkan karena diduga bukan suku cadang asli serta kualitas pemasangannya dinilai kurang maksimal.

“Yang membuat saya kecewa, hasil cat pintu bagasi terlihat kasar dan berbintik. Sementara body kit yang dipasang diduga bukan original, padahal biaya yang dibebankan cukup besar,” katanya.

Merasa dirugikan, Angga mengaku saat ini tengah mengumpulkan berbagai bukti yang berkaitan dengan pekerjaan bengkel tersebut.