HEADLINEKESEHATAN

Ketua IDI Sumbar, Roni Eka Sahputra : Maksimalkan Layanan Medis dan Tingkatkan Kesejahteraan Anggota

×

Ketua IDI Sumbar, Roni Eka Sahputra : Maksimalkan Layanan Medis dan Tingkatkan Kesejahteraan Anggota

Sebarkan artikel ini

Keterangan foto : Dr. dr. Roni Eka Sahputra, Sp.OT, Subsp. O.T.B (K)

PADANG, HARIANHALUAN.ID – Layanan kesehatan pada masyarakat, sangat tergantung pada kelengkapan sarana, prasarana, infrastruktur serta keahlian tenaga medisnya. Di samping itu, jaminan keamanan dan kesejahteraan bagi para tenaga medis, juga menjadi faktor penentu agar pelayanan pada masyarakat bisa semakin maksimal.

Inilah peran IDI, untuk menjembatani antara para dokter yang jadi anggotanya, dengan kepala daerah maupun dinas kesehatan. Bagaimana para dokter bisa bekerja dengan nyaman dan mendapatkan imbalan yang sesuai dengan tugas yang dibebankan padanya, sehingga kesejahteraannya menjadi terjamin.

Hal itu diungkapkan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Sumatera Barat periode 2025–2028, Dr. dr. Roni Eka Sahputra, Sp.OT, Subsp. O.T.B (K)., kepada Team Haluan (Pemimpin Umum Haluan Zul Effendi, Wapimred Isra Hermanto dan Redaktur Atviarni), saat silaturahmi di RS M Djamil, Rabu (8/7/2026). Ia mencontohkan, beberapa kasus yang terjadi di beberapa daerah, tentang adanya intimidasi dan kekerasan kepada dokter dalam merawat pasiennya, harus disikapi pemerintah dengan bijak.

“Bagaimana dokter bisa memberikan pelayanan yang maksimal, jika jiwa mereka terancam atau diintimidasi oleh keluarga pasien. Meskipun dalam hal ini IDI memiliki Bidang Hukum yang membantu anggotanya jika mengalami masalah hukum, namun, akan lebih baik lagi jika ada koordinasi yang baik, dan saling mendukung antara pasien dan keluarganya serta tenaga medis,” kata Roni.

Termasuk soal imbalan jasa medis yang sesuai beban kerjanya, menurut Roni, mestilah diperhatikan pemerintah. Bagi daerah yang memiliki Pendapatan Asli daerah (PAD) besar, nilai jasa yang diberikan pada dokternya juga besar. Namun, bagi yang PAD nya kecil, ini bisa menjadi masalah karena beban yang sama namun yang didapatkan berbeda. Akhirnya ada beberapa daerah yang kekurangan tenaga dokter, karena faktor kesejahteraan tersebut.

Baca Juga  Kejari Pessel Luncurkan UMKM Mitra Adhyaksa, Warga Serbu Pasar Murah Ramadan

Di sisi lain, karena layanan yang dinilai ‘kurang memuaskan’ tadi, mengakibatkan sebagian pasien dibawa keluarganya untuk berobat ke luar negeri yang dinilai lebih memuaskan, dan lebih nyaman.

Padahal, dari sisi keilmuan, kualitas dokter-dokter yang ada di Sumbar juga tak kalah dari dokter luar itu. Bahkan, sarana, prasarana dan fasilitas rumah sakit pun kini juga lebih lengkap. Rumah Sakit Dr M Djamil, adalah rumah sakit tipe A, yang sangat lengkap. Baik dari beragam dokter ahli maupun fasilitas nya.

“Saat ini, RS Dr M Djamil, sudah memiliki ruang rawat inap khusus yang diberi nama Istano Pagaruyuang. Di sini, pasien bisa mendapatkan fasilitas layanan khusus, yang lengkap dan tak kalah dari rumah sakit luar negeri,” papar Roni.

Menyinggung UU No 17 tahun 2023 tentang layanan kesehatan yang membuka legalitas bagi dokter luar negeri untuk bekerja di Indonesia, Ketua IDI Sumbar ini menyikapinya dengan bijak. “Tentu saja, yang perlu kita tingkatkan di sini, adalah dari layanan pada pasien dan upgrade ilmu yang terus menerus dari para dokternya. Bagaimana pasien menjadi nyaman dan dokter yang melayani juga memberikan yang terbaik,” katanya.

“IDI Sumbar memiliki hampir 3.000 anggota dari beragam keahlian. Di sini, kami selalu berkoordinasi, mengedukasi juga berkolaborasi dengan berbagai pihak, agar anggota kami bisa memberikan layanan terbaik, bisa menambah ilmu sesuai bidangnya dan tentu saja tujuan akhirnya bisa meningkatkan kesejahteraan anggota,” papar Roni.

Baca Juga  Indosat Dorong Inklusi Digital ke Indonesia Timur

Dikatakannya, ada banyak organisasi profesi sesuai keahlian para dokter nya. Misalnya ikatan dokter anak indonesia, perhimpunan dokter ahli penyakit dalam, perhimpunan dokter ahli onkologi, perhimpunan dokter ahli bedah dan lainnya.

Justru itulah, menurut dokter ahli bedah tulang ini, IDI membutuhkan kolaborasi yang baik dengan berbagai pihak. Selain dengan publikasi internal atau melalui media sosial, kerja sama dengan media massa pun, dinilai Roni sangat penting. Ia menyambut baik rencana kerja sama yang ditawarkan Haluan kepada IDI Sumbar.

Pemimpin Umum Harian Haluan, Zul Effendi, menyebutkan, ada banyak hal yang bisa dikerjasamakan dengan IDI Sumbar. Mulai dari edukasi tentang kesehatan kepada masyarakat, konsultasi kesehatan online maupun rubrikasi khusus serta menjadi media partner IDI dalam beragam kegiatannya.

“Haluan memiliki media yang lengkap. Mulai dari edisi cetak (koran), edisi online (harianhaluan.id dan hantaran.co), media sosial (Instagram, Facebook) serta ada Podcast dan kanal Youtube juga. Kami siap untuk berkolaborasi dengan IDI Sumbar untuk mengedukasi dan memberikan layanan publikasi tentang dunia kesehatan kepada masyarakat,” kata Zul Effendi.

Pada era digitalisasi ini, lanjut Zul Effendi, Haluan juga telah mempersiapkan diri untuk mengikuti perkembangan zaman. Sehingga kolaborasi yang terjalin dengan IDI akan lebih maksimal untuk menyampaikan informasi yang dibutuhkan masyarakat secara cepat dan akurat. (h/atv)