HEADLINERANAH & RANTAU

Rembuk Stunting Nagari Durian Tinggi, Perkuat Komitmen Penurunan Stunting, Hasilnya Jadi Usulan RKP Nagari 2027

×

Rembuk Stunting Nagari Durian Tinggi, Perkuat Komitmen Penurunan Stunting, Hasilnya Jadi Usulan RKP Nagari 2027

Sebarkan artikel ini

PASAMAN, HARIANHALUAN.ID – Pemerintah Nagari Durian Tinggi menggelar Rembuk Stunting Tahun 2026 di Gedung Pertemuan Anak Nagari Durian Tinggi, Kecamatan Lubuk Sikaping, Jumat (17/7/2026).

Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyatukan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam upaya percepatan penurunan stunting sekaligus menggali aspirasi masyarakat sebagai bahan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Nagari Tahun 2027.

Acara dibuka oleh Wali Nagari Durian Tinggi, Hendra Gunawan, dan dihadiri berbagai unsur pemerintahan, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, hingga mahasiswa KKN Universitas Andalas yang sedang melaksanakan pengabdian di nagari tersebut.

Turut hadir Camat Lubuk Sikaping yang diwakili Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sispayeni, S.Iq, Kepala Puskesmas Lubuk Sikaping yang diwakili Pemegang Program Gizi Lia Sari Yenti, S.Gz, perwakilan Puskesmas Lubuk Sikaping, Ketua Bamus Durian Tinggi Arsali Susandi, Pendamping Desa Kecamatan Lubuk Sikaping Darman, KAN Nagari Durian Tinggi N Pakiah Majolelo, Ketua TP PKK Nagari Durian Tinggi Ita Hendra Gunawan, Sekretaris Nagari Fitri Susanti, S.Pd, perangkat nagari, pengurus LPMN, bidan desa se-Kenagarian Durian Tinggi, kader Posyandu, kepala jorong, serta mahasiswa KKN Unand Nagari Durian Tinggi.

Dalam sambutannya, Wali Nagari Durian Tinggi Hendra Gunawan mengatakan, rembuk stunting bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi forum penting untuk menyamakan persepsi dan menyusun langkah nyata dalam menekan angka stunting di tingkat nagari.

Baca Juga  Diduga Lakukan Pungli Miliaran Rupiah, SMAN 3 Painan Disorot Tajam Masyarakat

Menurutnya, penanganan stunting memerlukan keterlibatan seluruh unsur masyarakat, mulai dari pemerintah nagari, tenaga kesehatan, kader Posyandu, hingga keluarga sebagai garda terdepan dalam memenuhi kebutuhan gizi anak.

Hendra menjelaskan, melalui rembuk stunting ini pemerintah nagari juga ingin menggali berbagai aspirasi, usulan, dan kebutuhan masyarakat terkait penanganan stunting yang nantinya akan dibahas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Nagari.

“Seluruh usulan yang menjadi prioritas akan kita rembukkan kembali pada Musrenbang Nagari agar dapat dimasukkan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Nagari Tahun 2027. Dengan demikian, program penanganan stunting memiliki arah yang jelas dan didukung melalui perencanaan pembangunan nagari,” ujar Hendra.

Sementara itu, Kasi Kesra Kecamatan Lubuk Sikaping, Sispayeni, S.Iq, yang mewakili Camat Lubuk Sikaping, mengapresiasi komitmen Pemerintah Nagari Durian Tinggi dalam mendukung program nasional percepatan penurunan stunting.

Ia berharap hasil rembuk stunting benar-benar menjadi dasar dalam penyusunan program pembangunan sehingga kebijakan yang diambil sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Pemegang Program Gizi Puskesmas Lubuk Sikaping, Lia Sari Yenti, S.Gz, menyampaikan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun atau 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Baca Juga  Jalur Kereta Api Bukan Tempat Beraktivitas

Ia mengajak seluruh orang tua untuk rutin memanfaatkan pelayanan Posyandu, memperhatikan pemenuhan gizi keluarga, menjaga sanitasi lingkungan, serta memastikan anak memperoleh imunisasi dan pemantauan tumbuh kembang secara berkala.

“Kader Posyandu memiliki peran penting sebagai ujung tombak edukasi kepada masyarakat. Kolaborasi semua pihak akan sangat menentukan keberhasilan upaya pencegahan stunting di nagari,” katanya.

Pendamping Desa Kecamatan Lubuk Sikaping, Darman, mengatakan dana desa dapat diarahkan untuk mendukung program prioritas penanganan stunting sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu, usulan yang muncul dalam rembuk stunting perlu dirumuskan dengan baik agar dapat diakomodasi dalam dokumen perencanaan nagari.

Menurutnya, kolaborasi pemerintah nagari, Bamus, lembaga kemasyarakatan, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam melahirkan program yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

Rembuk stunting tersebut diakhiri dengan penyampaian berbagai usulan prioritas dari peserta yang akan menjadi bahan pembahasan pada Musrenbang Nagari sebagai dasar penyusunan RKP Nagari Tahun 2027, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan generasi Nagari Durian Tinggi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting. (*)