BREAKING NEWS

Galodo Terjang Kompleks Kantor Bupati Solok, Warga Diminta Menjauh dari Jalur Aliran Sungai

×

Galodo Terjang Kompleks Kantor Bupati Solok, Warga Diminta Menjauh dari Jalur Aliran Sungai

Sebarkan artikel ini

SOLOK,HARIANHALUAN.ID— Galodo dilaporkan menerjang kawasan kompleks Kantor Bupati Kabupaten Solok, Senin (21/9/2026) malam sekitar pukul 20.10 WIB. Warga di sekitar lokasi diminta meningkatkan kewaspadaan dan menjauh dari jalur aliran air.

Informasi awal yang dihimpun menyebutkan, aliran air deras datang dari arah belakang kawasan perkantoran, tepatnya di sekitar kawasan hutan atau aliran sungai yang berada di belakang Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN) Kabupaten Solok.

Aliran deras tersebut kemudian menerjang kawasan kompleks perkantoran. Kondisi di lokasi masih dalam penelusuran petugas, termasuk dampak yang ditimbulkan serta kemungkinan adanya korban.

Baca Juga  Audit BPK Bongkar Janggal Beasiswa Rajawali Sumbar: Rp1,23 Miliar Mengalir ke Penerima yang Sudah Dapat Bantuan Lain

Masyarakat yang berada di sekitar kompleks Kantor Bupati diminta tidak mendekati aliran air. Warga juga diimbau menghindari kawasan yang menjadi jalur aliran material dan mencari tempat yang lebih aman apabila debit air kembali meningkat.

Kewaspadaan diperlukan lantaran kondisi di lapangan masih berkembang dan potensi aliran susulan belum dapat dipastikan.

Di tengah kejadian tersebut, gangguan juga terjadi pada akses Padang-Solok. Banjir bandang disertai material longsor dilaporkan menutup badan jalan sehingga kendaraan untuk sementara tidak dapat melintas.

Baca Juga  Gempa Bumi M 6.4 Guncang Kabupaten Simalungun

Kepolisian mengimbau pengguna jalan tidak memaksakan perjalanan melewati lokasi terdampak. Masyarakat yang hendak menuju Solok dari Padang maupun sebaliknya disarankan mempertimbangkan jalur alternatif melalui Padang Panjang.

Hingga berita ini diturunkan, petugas terkait masih melakukan pemantauan dan penanganan di sejumlah titik terdampak.

Haluan masih memantau perkembangan situasi dan akan memperbarui informasi setelah terdapat keterangan resmi mengenai kondisi korban, kerusakan, maupun penanganan di lapangan. (*)