EkBis

Menara Agung Tanamkan Budaya #Cari_Aman di Kampus UIN Mahmud Yunus Batusangkar

×

Menara Agung Tanamkan Budaya #Cari_Aman di Kampus UIN Mahmud Yunus Batusangkar

Sebarkan artikel ini
Edukasi safety riding kepada mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Mahmud Yunus Batusangkar bekerja sama dengan Polres Tanah Datar, minggu lalu.

BATUSANGKAR, HALUAN — Rasa kantuk dan kelelahan saat berkendara dapat menurunkan konsentrasi, memperlambat respons, serta mengganggu kemampuan pengendara mengambil keputusan di jalan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian PT Menara Agung dalam mengedukasi generasi muda tentang keselamatan berkendara.

Main Dealer sepeda motor Honda di Sumatera Barat itu memberikan edukasi safety riding kepada mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Mahmud Yunus Batusangkar bekerja sama dengan Polres Tanah Datar, minggu lalu.

Dalam seminar tersebut, mahasiswa diajak mengenali kondisi tubuh sebelum berkendara dan memahami risiko memaksakan diri mengendarai sepeda motor ketika mengantuk atau kelelahan.

Instruktur Safety Riding PT Menara Agung Riandy Monru mengatakan, pengendara harus memastikan kondisi tubuh siap sebelum memulai perjalanan.

Baca Juga  Omzet 47 Ribu UMKM Binaan Dinkop Padang Tembus Rp952 Miliar

“Pada dasarnya, kita perlu mengenali kondisi tubuh sebelum berkendara. Pastikan tidur cukup dan apabila merasa lelah, jangan memaksakan diri, tetapi beristirahat sejenak.

Selain itu, penuhi kebutuhan cairan dengan minum air putih yang cukup, berkendara dengan tenang dan tidak terburu-buru, serta selalu menggunakan riding gear yang lengkap,” ujar Riandy.

Ia mengingatkan, rasa kantuk tidak seharusnya dilawan ketika seseorang sedang mengendarai sepeda motor. Pengendara yang mengantuk berisiko kehilangan fokus, lambat merespons situasi, dan keliru mengambil keputusan ketika menghadapi kondisi di jalan.

Dalam edukasi tersebut, peserta juga diajak membahas kebiasaan menggunakan kopi untuk menahan kantuk. Menurut Riandy, ketika tubuh sudah menunjukkan tanda kelelahan dan mengantuk, pilihan yang lebih aman adalah berhenti dan memberikan waktu bagi tubuh untuk beristirahat.

Baca Juga  BRI Region 3 Padang Apresiasi Kinerja Karyawan dan Unit Terbaik

Aktivitas hingga larut malam, padatnya perkuliahan dan kegiatan organisasi menjadi sejumlah kondisi yang dapat mengurangi waktu istirahat mahasiswa. Oleh karena itu, kesadaran mengenali kondisi tubuh menjadi bagian penting sebelum memutuskan berkendara.

Melalui edukasi keselamatan berkendara secara berkelanjutan, PT Menara Agung mendorong generasi muda membangun kebiasaan berkendara yang aman dan bertanggung jawab.

Semangat #Cari_Aman tidak hanya diterapkan melalui penggunaan perlengkapan berkendara, tetapi juga dengan memastikan kondisi fisik siap serta mengambil keputusan yang tepat sebelum dan selama perjalanan. (h/ita)