UTAMA

Konsul Muda Jepang Terkesan dengan Antusiasme Mahasiswa di Bunkasai XIX Unand

×

Konsul Muda Jepang Terkesan dengan Antusiasme Mahasiswa di Bunkasai XIX Unand

Sebarkan artikel ini

PADANG, HALUAN – Konsul Muda Konsulat Jenderal Jepang di Medan, Furusawa Ken, mengaku terkesan dengan antusiasme mahasiswa Universitas Andalas (Unand) dalam menyelenggarakan Festival Budaya Jepang atau Bunkasai XIX.

Kesan tersebut disampaikan Furusawa saat menghadiri Bunkasai XIX yang digelar Himpunan Mahasiswa Program Studi Sastra Jepang Unand, NIGAKKAI, di Auditorium Unand, Selasa (29/9).

“Ini pertama kali saya menghadiri Bunkasai Unand. Saya sangat terkesan dengan antusiasme mahasiswa yang sangat tinggi, terutama mahasiswa Program Studi Sastra Jepang,” ujar Furusawa.

Dalam kunjungannya, Furusawa turut memberikan kata sambutan dan berkeliling melihat berbagai kegiatan yang digelar mahasiswa. Ia mengunjungi sejumlah stan, melihat merchandise, serta menyaksikan berbagai pertunjukan dan aktivitas yang menjadi bagian dari festival tersebut.

Menurut Furusawa, Bunkasai memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengenal Jepang dari berbagai sisi, tidak hanya melalui bahasa dan budaya.

“Kegiatan ini sangat baik untuk memperluas pengetahuan mengenai Jepang. Bukan hanya budaya dan bahasa, tetapi juga berbagai aspek lainnya,” katanya.

Ia juga mengapresiasi keterbukaan Bunkasai yang tidak hanya ditujukan bagi mahasiswa Unand. Masyarakat dari luar kampus juga dapat datang dan menikmati berbagai kegiatan yang ditampilkan.

“Ini terlihat di kampus, tetapi pengunjung dari luar juga bisa menikmati. Ini merupakan langkah pertama untuk menikmati Jepang dan kemudian memperdalam pemahaman tentang budaya Jepang,” ujarnya.

Furusawa berharap kegiatan seperti Bunkasai dapat terus dilaksanakan pada masa mendatang. Menurutnya, kegiatan yang mempertemukan mahasiswa dan masyarakat dengan berbagai aspek kebudayaan Jepang dapat menjadi ruang untuk memperdalam hubungan dan pemahaman antara Indonesia dan Jepang.

Baca Juga  Dilaksanakan di MAN 3 Solok, Kankemenag dan Baznas Solok Launching Tiga Inovasi

Bunkasai XIX tahun ini mengusung tema Shikisai no Ayumi (色彩の歩み) yang berarti “Langkah Kaki yang Berwarna”. Festival tersebut berlangsung selama tiga hari, 29 September hingga 1 Oktober 2026, mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WIB di Auditorium Unand.

Ketua Program Studi Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Unand, Dr. Rima Devi, SS., M.Si., mengatakan kehadiran Konsul Muda Jepang menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat hubungan kebudayaan antara Indonesia dan Jepang, khususnya melalui kegiatan mahasiswa.

“Harapan kami, Bunkasai ini bisa mempererat hubungan kebudayaan kedua negara. Kedatangan Konsul Jepang juga menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana perkembangan hubungan Jepang di Sumatera Barat dan bagaimana kami bisa saling berkolaborasi,” kata Rima.

Ia menjelaskan, Bunkasai merupakan agenda tahunan yang memberikan tantangan kepada setiap angkatan mahasiswa untuk menghadirkan festival dengan kreativitas masing-masing. Meskipun format kegiatannya relatif sama setiap tahun, konsep dan kreativitas mahasiswa dalam mengemas acara terus berkembang.

“Template-nya sama, tetapi kreativitasnya berbeda. Setiap angkatan memiliki tantangan bagaimana mereka bisa menampilkan Bunkasai yang terbaik versi mereka,” jelasnya.

Bunkasai XIX menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari penampilan seni tradisional dan modern Jepang, talkshow, penampilan mahasiswa dan alumni, hingga berbagai perlombaan.

Sejumlah lomba yang digelar di antaranya menulis huruf Kana dan Kanji, kaligrafi, cerdas cermat tingkat SMA, singing contest, dance contest, cosplay walk, serta seiyuu contest atau lomba pengisi suara karakter anime.

Pengunjung juga dapat menikmati berbagai stan bertema Jepang, seperti stan makanan, merchandise, fotografi menggunakan Yukata, serta Obake House yang menghadirkan hiburan bernuansa horor Jepang.

Baca Juga  Dukung Kebijakan Pemerintah, PLN UIW Sumbar Gelar Vaksin Booster

Rima mengatakan, Bunkasai tidak hanya menjadi ajang memperkenalkan kebudayaan Jepang, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa dalam mengembangkan kreativitas dan kemampuan berorganisasi.

“Di sini mereka belajar tentang budaya Jepang dan sosial, tetapi juga belajar membentuk sebuah event dan berorganisasi. Ini penting dalam dunia kerja, bagaimana mereka bekerja sama, mengelola tim, dan berkolaborasi sehingga event ini bisa terwujud,” katanya.

Puncak kegiatan Bunkasai XIX akan diisi dengan penampilan mahasiswa panitia melalui tarian dan flashmob. Rima menyebut momen tersebut menjadi salah satu bagian yang paling ditunggu karena memperlihatkan kebersamaan mahasiswa setelah bekerja mempersiapkan festival.

“Yang paling seru bagi kami sebagai dosen adalah ketika acara puncak. Mahasiswa panitia bersama-sama melepas semua energi, kegembiraan dan keceriaan mereka,” tuturnya.

Selain mahasiswa Unand, Bunkasai XIX juga terbuka bagi pelajar SMA dan masyarakat umum. Bahkan, untuk sejumlah lomba tingkat SMA, Program Studi Sastra Jepang Unand menyediakan kesempatan golden ticket bagi juara pertama untuk mengikuti proses penerimaan mahasiswa, dengan tetap memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Kesempatan tersebut diharapkan dapat menarik minat pelajar yang memiliki ketertarikan terhadap bahasa dan budaya Jepang untuk melanjutkan pendidikan di Program Studi Sastra Jepang Unand.

Melalui Bunkasai XIX, Unand tidak hanya menghadirkan festival budaya, tetapi juga membuka ruang perjumpaan antara mahasiswa, masyarakat, dan perwakilan Jepang untuk mengenal budaya serta membangun hubungan yang lebih dekat antara kedua negara. (h/yes)