SOLOK, HARIANHALUAN.ID — Galodo belum selesai. Lumpur mungkin masih menempel di sejumlah kantor pemerintah di Arosuka, Kabupaten Solok.
Namun kini muncul tanda tanya baru, ke mana sejumlah aset pemerintah yang terdampak bencana?
Pascabanjir bandang menghantam kawasan Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, sejumlah kantor dinas mulai berbenah.
Barang-barang yang rusak dan tertimbun material galodo dikumpulkan untuk dibersihkan dan dikeringkan. Masalahnya, tidak semua barang itu masih ditemukan.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Solok, Marcos Sopan, mengakui ada barang yang sempat dikumpulkan di luar kantor untuk dikeringkan. Namun, keesokan harinya barang tersebut sudah tidak terlihat.
“Iya ada, dikumpulkan di luar untuk dikeringkan. Besoknya tidak kelihatan lagi,” ujarnya pada Selasa (29/9/2026).
Apakah hilang karena dicuri. Marcos belum bisa memastikan. “Itu yang belum pasti,” katanya.
Yang juga menjadi pertanyaan, lebih dari sepekan setelah galodo, pendataan aset di sejumlah kantor terdampak disebut belum sepenuhnya tuntas.
Padahal, aset tersebut bukan barang pribadi. Itu adalah barang milik pemerintah yang penggunaannya melekat pada masing-masing organisasi perangkat daerah.
Kepala dinas pun dalam ketentuan pengelolaan barang daerah berkedudukan sebagai pengguna barang.
Informasi lain membuat persoalan ini semakin menarik perhatian. Seorang anggota Satpol PP Kabupaten Solok, yang meminta namanya tidak disebutkan, mengaku pernah mendapat informasi dari rekannya mengenai seseorang yang diduga hendak membawa kuku besi ekskavator dari salah satu kantor dinas.












