PASAMAN

Bupati Welly Lantik Gustaniah, Perempuan Pertama Jadi Wali Nagari di Pasaman

×

Bupati Welly Lantik Gustaniah, Perempuan Pertama Jadi Wali Nagari di Pasaman

Sebarkan artikel ini

PASAMAN,HARIANHALUAN.ID — Pemerintah Kabupaten Pasaman kembali mencatatkan sejarah baru. Bupati Pasaman Welly Suhery secara resmi melantik Gustaniah, SE sebagai Penjabat Wali Nagari Kotonopan Rao, Kecamatan Rao Utara, Rabu (29/4/2026), di Gedung Serbaguna Kantor Camat Rao Utara, Koto Baru, Nagari Koto Rajo.

Pelantikan tersebut menjadi momen penting, karena Gustaniah tercatat sebagai perempuan pertama yang dipercaya menjabat sebagai wali nagari di masa kepemimpinan Bupati Welly Suhery dan Wakil Bupati Parulian Dalimunthe. Kehadirannya menandai semakin terbukanya ruang kepemimpinan bagi kaum perempuan di tingkat pemerintahan nagari.

Dalam sambutannya, Bupati Welly menegaskan bahwa pengangkatan Gustaniah bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Ia menilai, kapasitas dan kompetensi perempuan saat ini tidak lagi bisa dipandang sebelah mata dalam mengisi jabatan publik.

“Ini adalah langkah maju bagi Pasaman. Perempuan telah membuktikan diri mampu berkontribusi dalam pemerintahan. Kita ingin ruang-ruang strategis semakin inklusif,” ujar Welly.

Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini sejumlah jabatan strategis di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pasaman telah diisi oleh aparatur sipil negara perempuan. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi indikator bahwa kesetaraan gender mulai berjalan secara nyata di daerah.

Baca Juga  Golkar Pasaman Sampaikan Duka Mendalam atas Bencana yang Melanda Sumatera Barat

Gustaniah sendiri bukan sosok baru di lingkungan pemerintahan. Perempuan kelahiran Sei Ranyah, Mudik, Kecamatan Rao Utara, 15 Februari 1976 itu sebelumnya aktif bekerja di Kantor Camat Rao Utara. Pengalamannya di birokrasi menjadi bekal penting dalam menjalankan amanah sebagai penjabat wali nagari.

Ia menggantikan pejabat sebelumnya, Darman Nasution, dengan harapan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mempercepat pembangunan di Nagari Kotonopan Rao.

Selain melantik Gustaniah, pada kesempatan yang sama Bupati juga melantik dua penjabat wali nagari lainnya, yakni Gufti Yomi, SE sebagai Penjabat Wali Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Mapat Tunggul, serta Gusti Erizal sebagai Penjabat Wali Nagari Koto Rajo, Kecamatan Rao Utara.

Welly menjelaskan, penataan nagari merupakan bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Melalui penataan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan, mempercepat kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat daya saing nagari.

Baca Juga  Pentas Seni SMAN 1 Lubuk Sikaping Jadi Ajang Pencarian Bakat Menuju FLS2N dan O2SN

“Peran wali nagari sangat strategis. Mereka harus mampu mengelola anggaran, membangun infrastruktur, serta menggali potensi nagari untuk kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Dalam situasi keterbatasan fiskal saat ini, Welly juga mengingatkan pentingnya pengelolaan anggaran yang disiplin, transparan, dan inovatif. Ia menekankan bahwa efisiensi anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Pasaman, Teddy Marta, mengingatkan para penjabat wali nagari agar mampu membangun komunikasi yang harmonis dengan seluruh elemen masyarakat serta mengelola dana desa secara akuntabel.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pasaman, Fatrizon, yang menekankan pentingnya pengelolaan data dalam perencanaan pembangunan nagari. Menurutnya, data yang akurat akan memudahkan pemerintah dalam mengukur capaian pembangunan.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Pasaman, unsur Forkopimca, anggota DPRD, para kepala OPD, camat, wali nagari, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya. Momentum ini diharapkan menjadi energi baru dalam mendorong terwujudnya program “Pasaman Bangkit” di tingkat nagari. (*)