BUKITTINGGI, harianhaluan. id – Memasuki hari kedua pelaksanaan Workshop Penguatan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), guru dan tenaga kependidikan MTsN 1 Agam mengikuti kegiatan dengan penuh semangat di Hotel Sultan Syariah Bukittinggi, Minggu (21/6/26).
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala MTsN 1 Agam, Desmawita yang mengajak seluruh peserta menjadikan workshop sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas diri dan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai pendidik. Menurutnya, hari kedua workshop harus menjadi titik perubahan yang membawa peserta naik ke level yang lebih tinggi dalam memahami dan mengimplementasikan pembelajaran.
Pada kesempatan tersebut, Desmawita juga menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih kepada pemateri yakni, Darwin, Instruktur Nasional yang berkenan hadir sebagai narasumber. Dia menitipkan guru-guru MTsN 1 Agam untuk mendapatkan bimbingan dan pembinaan sehingga semakin siap menghadirkan pembelajaran yang berkualitas pada Tahun Ajaran 2026/2027.
Lebih lanjut, kepala madrasah menegaskan bahwa tantangan pendidikan ke depan bukan lagi terletak pada kurangnya kurikulum, melainkan pada bagaimana kurikulum tersebut benar-benar hidup dan berdampak dalam diri peserta didik. Pembelajaran harus mampu membuat siswa merasa dihargai, berpikir kritis, serta tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter kuat.
Sebagai bentuk komitmen bersama, Desmawita mengajak seluruh peserta workshop untuk memegang tiga prinsip utama selama kegiatan berlangsung, yaitu mendengarkan dengan hati agar ilmu dapat diserap secara maksimal, berdiskusi secara jujur sesuai kondisi nyata di lapangan, serta membawa pulang setidaknya satu perubahan dan satu strategi pembelajaran yang siap diterapkan saat tahun ajaran baru dimulai pada 13 Juli mendatang.
Dia juga mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari cara guru memperlakukan peserta didik dengan penghargaan, ketulusan dan kasih sayang.
“Mari kita jadikan MTsN 1 Agam bukan hanya madrasah yang unggul secara akademik, tetapi juga hangat akan rasa. Sebab, siswa akan lebih mengingat bagaimana kita memperlakukan mereka daripada sekadar bagaimana kita mengajar mereka,” tegasnya.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Darwin. Sebelum memasuki pembahasan teknis, narasumber terlebih dahulu mengajak seluruh peserta membangun kesadaran sebagai pendidik. Ia mengingatkan bahwa perubahan pendidikan harus dimulai dari perubahan cara pandang guru terhadap tugas dan tanggung jawabnya dalam mendidik generasi bangsa.
Dalam paparannya, Darwin menjelaskan bahwa Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga menuntun peserta didik untuk memahami konsep secara utuh, mengaitkannya dengan kehidupan nyata, serta mampu menggunakannya untuk memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi.
Sementara itu, KBC menempatkan peserta didik sebagai manusia yang harus dihargai, dipahami, dan didampingi secara menyeluruh dalam proses tumbuh kembangnya.
Lebih jauh, narasumber menekankan pentingnya kesungguhan dan kejujuran guru dalam mengimplementasikan kurikulum. Menurutnya, keberhasilan pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh dokumen yang tersusun rapi, tetapi juga oleh integritas guru dalam menjalankan setiap tahapan pembelajaran, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga asesmen.
Dalam penyampaiannya, dia juga mengaitkan profesionalisme guru dengan nilai-nilai spiritual. Kesungguhan dan kejujuran dalam melaksanakan tugas pendidikan, menurutnya, akan berpengaruh pada keberkahan rezeki dan gaji yang diterima. Sebaliknya, ketidaksesuaian antara perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran perlu menjadi bahan refleksi bersama agar profesi guru benar-benar dijalankan sebagai amanah yang penuh tanggung jawab. (humas).






