HALUAN MADRASAH

Dibuka Kakankemenag Rinalfi, MTsN 1 Agam Laksanakan Workshop

×

Dibuka Kakankemenag Rinalfi, MTsN 1 Agam Laksanakan Workshop

Sebarkan artikel ini

BUKITTINGGI, harianhaluan. id – Dalam rangka persiapan menghadapi Tahun Ajaran 2026/2027, MTsN 1 Agam menggelar Workshop Penguatan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pembelajaran Mendalam (PM) dengan tema “Satu Visi, Satu Gerak, Satu Perubahanb: Penguatan Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Mendalam demi Madrasah Hebat.” 

Kegiatan yang menjadi agenda rutin setiap akhir semester ini berlangsung selama dua hari  Sabtu–Minggu, 20–21 Juni 2026.

Pembukaan workshop dilaksanakan di Aula Resto Amelia, Bukittinggi dan Sultan Convention  diikuti tenaga pendidik dan tenaga kependidikan MTsN 1 Agam. Hadir Kepala Kantor Kemenag Kabupaten (Kakankemenag) Agam, Rinalfi, Kasi Pendidikan Madrasah, Ali Mutasar dan Pengawas Pendidikan Madrasah, Febrial.

Workshop dibuka Kakankemenag Rinalfi yang dalam arahannya menegaskan bahwa workshop bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wadah untuk membangun interaksi, kolaborasi, dan berbagi pengalaman antarpeserta maupun dengan narasumber.

“Workshop itu adalah tentang bagaimana Bapak dan Ibu berinteraksi dengan narasumber dan peserta lainnya. Dari sana akan lahir pemahaman dan praktik-praktik baik yang dapat diterapkan di madrasah,” jelasnya.

Dia menjelaskan bahwa KBC merupakan gagasan Kementerian Agama yang menekankan pentingnya kasih sayang dalam proses pendidikan. Pembelajaran di madrasah harus didasari oleh rasa cinta dan kasih sayang kepada peserta didik sehingga tercipta hubungan yang harmonis antara guru dan siswa.

Baca Juga  Hadapi PAT, Siswa MAN 1 Sijunjung Ikuti Simulasi

“Diharapkan peserta didik memperoleh ilmu dari gurunya dengan hati yang bersih, sehingga apa yang disampaikan oleh guru dapat diterima dan diserap dengan baik,” tuturnya.

Lebih lanjut, Rinalfi mengingatkan bahwa sebagai tenaga pendidik dan kependidikan, seluruh peserta harus terus meningkatkan profesionalisme. Guru tidak boleh hanya terpaku pada kebiasaan lama, tetapi harus terus berkembang dan memperbarui kompetensi, baik melalui pembelajaran daring maupun luring.

“Semoga apa yang kita lakukan hari ini memiliki tindak lanjut nyata dan menjadi refleksi serta evaluasi atas kerja kita pada tahun lalu, sehingga kinerja kita pada tahun ini menjadi lebih baik dari sebelumnya,” katanya.

Kepala MTsN 1 Agam, Desmawita, dalam sambutannya menekankan pentingnya menghadirkan cinta dalam proses pendidikan.

“Karena kami meyakini, sebelum ilmu masuk ke kepala kita, cinta harus masuk ke hati kita. Kurikulum tanpa cinta akan menjadi kering. Mari kita pergunakan forum ini sebaik-baiknya agar lahir praktik-praktik baik dalam pembelajaran,” ujarnya.

Baca Juga  Enam Siswa MTsN 5 Tanah Datar Lolos ke Tingkat Provinsi Ajang KOSSMI 

Ia juga berharap melalui workshop ini akan lahir guru-guru yang mengajar dengan hati, siswa yang belajar dengan cinta, serta terwujudnya madrasah yang maju, bermutu, dan mendunia.

Pada kesempatan tersebut, Desmawita juga menyampaikan harapan dan permohonan bimbingan kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Agam, Kasi Pendidikan Madrasah, dan para pengawas madrasah agar seluruh civitas akademika MTsN 1 Agam dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab pada tahun ajaran baru dengan lebih baik.

Kegiatan workshop ini diharapkan mampu menghasilkan berbagai inovasi dan praktik baik dalam pembelajaran, sehingga implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Mendalam dapat berjalan secara optimal di MTsN 1 Agam pada Tahun Ajaran 2026/2027.

Ketua panitia sekaligus Wakil Kepala (Waka) Bidang Kurikulum, Dona Rahmayni, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di tengah tuntutan lingkungan belajar yang terus berkembang, baik dari sisi peserta didik, madrasah, maupun perkembangan dunia pendidikan secara umum. (humas).