PADANG, HARIANHALUAN.ID – Langkah nyata diambil Pemerintah Kota Padang dalam menjaga daya beli masyarakat dan menekan lonjakan harga pangan.
Melalui Dinas Perdagangan, Pemko Padang menggelar Operasi Pasar Murah secara maraton di tiga wilayah strategis, salah satunya di Halaman Masjid Raya Ganting Kecamatan Padang Timur, Rabu (22/7).
Aksi tanggap ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari berturut-turut, menyisir wilayah Padang Barat (21/7), Padang Timur (22/7), hingga Pauh (23/7).
Berbagai komoditas pangan esensial seperti beras, minyak goreng, gula pasir, cabai, dan bawang merah disediakan dengan harga yang terpangkas signifikan demi membantu dapur warga tetap mengepul.
Pemerintah memastikan seluruh barang yang dijual berada jauh di bawah harga pasar normal. Dua komoditas utama yang menjadi incaran warga antara lain:
Minyak Goreng dijual Rp15.000 per liter, mengungguli Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan sebesar Rp15.700 dan gula pasir dibanderol Rp18.000 per kilogram, menghemat pengeluaran warga dari harga pasar lokal yang mencapai Rp19.500.
Sistem kupon belanja juga diterapkan atas kerja sama dengan para distributor lokal. Fasilitas ini khusus dialokasikan bagi keluarga kurang mampu agar mereka mendapatkan potongan harga ekstra yang lebih meringankan.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Fizlan Setiawan, menegaskan bahwa tingginya antusiasme warga menjadi indikator utama bahwa program ini sangat dinantikan. Pemko Padang berkomitmen menjadikan gerakan ini sebagai agenda rutin bulanan.
“Animo masyarakat sangat luar biasa karena selisih harganya cukup besar. Program ini tidak akan berhenti di sini.
Insya Allah, kami akan menggelar Pasar Murah ini setiap bulan secara bergilir di seluruh kecamatan agar asas keadilan dan pemerataan dampak ekonomi bisa dirasakan seluruh warga Padang,” ujar Fizlan.
Manfaat langsung ini diakui oleh Zaimaniar, salah seorang warga yang ikut mengantre sejak pagi di Masjid Raya Ganting.
Menurutnya, potongan harga tambahan dari kupon subsidi sangat membantu memangkas pengeluaran rumah tangganya di tengah fluktuasi harga saat ini.
Melalui strategi intervensi pasar yang terukur ini, Pemko Padang optimistis pasokan pangan di tingkat hilir akan tetap aman, terkendali, dan ramah di kantong masyarakat.(*)











