EkBis

Kendalikan Inflasi, Pemko Padang Gelar Operasi Pasar hingga 30 Juni

×

Kendalikan Inflasi, Pemko Padang Gelar Operasi Pasar hingga 30 Juni

Sebarkan artikel ini
Pada hari pertama, operasi pasar langsung diserbu warga di dua lokasi, yaitu Pasar Raya dan Pasar Bandar Buat, Rabu (17/6). IST

PADANG, HARIANHALUAN.ID – Pemerintah Kota (Pemko) Padang mulai melakukan intervensi pasar untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah tingginya permintaan minyak goreng bersubsidi. Melalui Dinas Perdagangan, Pemko menggelar operasi pasar khusus Minyakita sebagai langkah strategis mengendalikan inflasi sekaligus memastikan ketersediaan pasokan bagi masyarakat.

Operasi pasar tersebut resmi dimulai pada Rabu (17/6/2026) di dua titik awal, yakni Pasar Raya Padang dan Pasar Bandar Buat. Program ini akan berlangsung secara bertahap di sembilan pasar hingga 30 Juni 2026.

Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya permintaan sekaligus kelangkaan relatif produk Minyakita di sejumlah titik distribusi.

Kepala Bidang Pengendalian Barang Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan Kota Padang, Edrian Edward, mengatakan operasi pasar ini merupakan hasil kolaborasi dengan sejumlah produsen dan distributor, termasuk Indofood dan Perum Bulog.

Baca Juga  Dinas Perdagangan Kota Padang Stabilkan Harga Pangan Lewat Operasi Pasar Murah Bulanan

Menurut Edrian, operasi pasar menjadi instrumen penting untuk meredam gejolak harga sekaligus menjaga akses masyarakat terhadap bahan pangan strategis.

“Pasar murah khusus Minyakita ini kami laksanakan untuk menjaga stabilitas harga, pengendalian inflasi, sekaligus memastikan distribusi Minyakita yang belakangan cukup langka. Alhamdulillah, khusus di Kota Padang kami upayakan tetap aman melalui operasi pasar di sembilan pasar,” ujarnya.

Dalam program tersebut, Minyakita dijual dengan harga Rp15.000 per liter, lebih rendah dari Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter. Selisih harga ini diharapkan dapat membantu menjaga daya beli masyarakat, terutama rumah tangga berpenghasilan rendah yang sangat sensitif terhadap kenaikan harga bahan pokok.

Baca Juga  Pemkab Pasaman Gelar Operasi Pasar, Stabilkan Harga saat Ramadan 1447 H

Kebijakan ini juga menjadi sinyal kuat kehadiran pemerintah dalam menjaga keterjangkauan kebutuhan pangan di tengah tekanan inflasi.

Edrian menjelaskan, setelah dua pasar pada tahap awal, operasi pasar akan berlanjut ke tujuh pasar lainnya hingga berakhir di Pasar Blimbing pada 30 Juni 2026. Informasi mengenai jadwal, lokasi, dan harga jual telah disebarluaskan melalui UPT pasar, media sosial resmi pemerintah, serta flyer agar masyarakat dapat memanfaatkan program secara optimal.

Ia mengimbau warga untuk memanfaatkan kesempatan tersebut karena kuota penjualan di tiap lokasi terbatas.