“Program ini bukan sekadar media pengumpulan dana sosial keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan karakter yang menanamkan nilai keikhlasan, solidaritas, dan semangat gotong royong sejak dini,” tambahnya.
Sementara itu, Novi Hendri mengatakan kerja sama tersebut merupakan langkah konkret dalam mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan DSKL untuk mendukung dunia pendidikan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sedangkan Alizar Chan menyambut baik terjalinnya sinergi tersebut. Menurutnya, kerja sama dengan Baznas akan memperkuat peran lembaga pendidikan dalam mencetak generasi Islam yang unggul sekaligus memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Melalui kolaborasi ini, Baznas dan Perguruan Thawalib diharapkan dapat terus menghadirkan berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan, pemberdayaan umat, serta pembangunan sumber daya manusia di Padang Panjang. (*)












