UTAMAHEADLINEKAMPUS

Hari Ini Sukmareni Dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Hukum UMSB

×

Hari Ini Sukmareni Dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Hukum UMSB

Sebarkan artikel ini

PADANG, HARIANHALUAN.ID – Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB), Kamis hari ini (21/5/2026), mengukuhkan Prof. Dr. Sukmareni, SH, MH sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Hukum. Upacara pengukuhan digelar di Convention Hall Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif, MA, Kampus I Padang, UMSB.
Prof. Sukmareni, yang merupakan dosen senior pada Program Pascasarjana UMSB, kini resmi menyandang gelar akademik tertinggi. Kehadirannya sebagai profesor baru diharapkan mampu memperkuat fondasi riset hukum, sekaligus membawa dampak transformatif bagi mutu pendidikan tinggi di Sumatera Barat.
Dalam upacara ini, Sukmareni menyampaikan pidato pengukuhan yang sangat strategis dan kontekstual berjudul: “Analisis Harmonisasi Pengaturan Tindak Pidana Korupsi Pasca Disahkannya Undang-Undang No 1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana”.
Pidato ilmiah tersebut merupakan buah manis dari dedikasi dan konsistensi akademis yang luar biasa. Pemikiran ini bertolak dari kajian mendalam yang telah ia lakukan selama berkiprah menjadi dosen dalam bidang ilmu hukum selama lebih dari 38 tahun.
Secara spesifik, Sukmareni fokus melakukan kajian tentang tindak pidana korupsi (Tipikor) sejak tahun 2011—ketika ia menempuh pendidikan Doktor—hingga sekarang. Konsistensi kepakarannya tersebut terus dituangkan secara berkelanjutan melalui disertasi, berbagai penelitian lanjutan, serta artikel publikasi ilmiah yang selalu tajam mengarah pada persoalan pemberantasan tindak pidana korupsi di Indonesia.
Sebagai momentum akademik yang penting, acara ini dihadiri oleh jajaran tokoh penting dan elite persyarikatan Muhammadiyah serta dunia pendidikan, di antaranya: Dr. Riki Saputra, MA (Rektor UMSB) beserta para Wakil Rektor UMSB, Dr. Desminar, MA (Ketua Senat) bersama Sekretaris dan anggota Senat UMSB, Afdalisma, SH, M.Pd (Kepala LLDIKTI Wilayah X), Ketua Majelis Dikti Litbang Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Ketua Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah beserta jajaran pengurus, Ketua dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) serta ‘Aisyiyah Sumatera Barat, Ketua dan anggota Badan Pembina Harian (BPH) UMSB, Para Guru Besar dari sejumlah Perguruan Tinggi terkemuka, serta kerabat dekat.

Baca Juga  Deni Masriyaldi Terpilih sebagai Presiden IMA Chapter Padang 2025–2028

Silsilah Akademik dan Keluarga Pendidik

Prof. Dr. Sukmareni, SH, MH merupakan sosok berdarah Minang kelahiran Sanjai, Bukittinggi. Lulusan SMA Negeri 1 Bukittinggi ini merupakan alumni Fakultas Hukum Universitas Andalas (UNAND) angkatan ’82.
Perjalanan akademik perempuan yang akrab disapa Neng ini tercatat sangat kokoh melalui tiga institusi besar: Sarjana (S1): Fakultas Hukum UNAND Padang, tamat tahun 1987, Magister (S2): Program Studi Ilmu Hukum Pascasarjana Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, tamat tahun 1999, dan Doktor (S3): Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Andalas (UNAND) Padang, tamat tahun 2018.
Dedikasi di dunia pendidikan ternyata mengalir deras di dalam keluarga besar Sukmareni. Suaminya, Drs. Deswandi, M.Kes, AIFO, merupakan seorang dosen di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang (FIK UNP).
Pasangan ini dikaruniai dua orang putra. Putra pertama, Rifki Suwandi, ST, MT, memilih mengikuti jejak kedua orang tuanya dengan mengabdi sebagai dosen di Fakultas Teknologi Informasi (FTI) UNAND. Sementara putra kedua, Ridho Suwandi, S.Par, sukses berkiprah secara profesional di bidang perhotelan.
Menariknya, rantai pengabdian di dunia pendidikan ini kian lengkap lewat kedua menantunya. Dra. Rachmi Putri Chandra merupakan Guru di DEK Padang, dan Arina Rahmi, SE, MM mengabdi sebagai dosen di Fakultas Ekonomi (FE) UNAND. Kebahagiaan Prof. Sukmareni kini semakin lengkap dengan kehadiran dua orang cucu yang menjadi penyejuk hati, yakni Dhavin Asqa Anaqi dan Titania Senja Kirana.
Pengukuhan hari ini menegaskan posisi Prof. Sukmareni bukan hanya sebagai aset berharga bagi Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, melainkan juga sebagai srikandi hukum yang siap memberikan sumbangsih pemikiran besar bagi penegakan hukum di Indonesia.(ze)