TANAH DATAR, HARIANHALUAN.ID — Pemerintah Kabupaten Tanah Datar bersama Bunda Literasi Tanah Datar dan Ruangguru menggelar Pelatihan Literasi Artificial Intelligence (AI) Program AI Ready ASEAN sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap perkembangan teknologi digital.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Tanah Datar, Sabtu (19/9/2026), tersebut diikuti sekitar 400 peserta, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta pelaku sektor pariwisata.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Tanah Datar, Dedi Triwindono, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memberikan edukasi dan menambah pemahaman masyarakat terhadap perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan.
Menurutnya, pemanfaatan AI dapat menjadi salah satu instrumen untuk membantu pelaku UMKM dan pariwisata dalam mengembangkan usaha, termasuk dalam membuat dan mempromosikan konten digital.
“Pelatihan ini diharapkan dapat menambah pemahaman dan edukasi masyarakat, terutama pelaku UMKM dan pariwisata, sehingga mereka mampu memanfaatkan teknologi AI untuk mendukung promosi produk, destinasi wisata dan berbagai potensi yang ada di Tanah Datar,” ujarnya.
Sementara itu, Caroline dari Ruangguru mengajak peserta untuk tidak melihat kehadiran AI sebagai sesuatu yang harus ditakuti.
“Jangan takut dengan kehadiran AI, tetapi jadikan sebagai peluang. AI bukan menggantikan peran manusia, tetapi sebagai wujud transformasi digital untuk manusia,” ujar Caroline.
Menurutnya, teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk membantu berbagai aktivitas, termasuk menghasilkan ide, mengembangkan konten, memperkuat strategi pemasaran dan mendukung produktivitas pelaku usaha.
Bunda Literasi Tanah Datar, Lise Eka Putra, memberikan motivasi kepada para pelaku UMKM agar tidak berhenti belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
“AI tidak akan pernah menggantikan semangat Bapak dan Ibu sebagai pengusaha,” ujarnya.
Ia berharap pelatihan tersebut tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial. Peserta diharapkan pulang membawa pengetahuan yang kemudian diterapkan dalam usaha masing-masing.
“Harapan saya, jangan hanya pulang membawa catatan, tetapi pulang membawa ilmu dan perubahan. Perbaiki satu hal dalam usaha kita. Jangan pernah berhenti bertumbuh,” katanya.
Lise juga menyampaikan cita-citanya agar produk-produk lokal Tanah Datar mampu menembus pasar yang lebih luas, bahkan hingga pasar internasional.
“Saya ingin produk lokal Tanah Datar tembus pasar internasional. Saya tidak pernah berhenti melangkah,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh pelaku UMKM untuk terus berjuang dan memanfaatkan setiap peluang yang ada, termasuk perkembangan teknologi digital dan AI.
“Para pelaku UMKM tetaplah menjadi pejuang, karena sesuatu yang besar dimulai dari hal yang kecil. UMKM Tanah Datar harus naik kelas,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Asisten III Administrasi Umum Setda Tanah Datar menyampaikan apresiasi Pemerintah Kabupaten Tanah Datar terhadap terselenggaranya kegiatan literasi AI tersebut.
“Atas nama pemerintah daerah, kami menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas terlaksananya kegiatan ini,” ujarnya.
Pelatihan AI Ready ASEAN tersebut diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat Tanah Datar untuk semakin siap menghadapi transformasi digital.
Dengan jumlah peserta mencapai 400 orang, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperluas pemanfaatan teknologi AI di kalangan pelaku UMKM dan pariwisata, sehingga promosi produk lokal dan potensi wisata Tanah Datar dapat dilakukan secara lebih kreatif, efektif dan menjangkau pasar yang lebih luas.(*)












