HARIANHALUAN.ID — Upaya memperkuat ekosistem penulisan digital dan memperluas jejaring penulis lintas negara terus dilakukan melalui Simposium Penulis dan Penghargaan Duta Internasional MSGA 2026. Kegiatan yang mempertemukan sekitar 30 penulis, pendidik, serta pelaku industri e-book dari berbagai negara ini menjadi momentum penting dalam membangun kolaborasi global di bidang literasi dan penerbitan digital.
Mengusung tema “Membangun Jaringan Global Penulis E-Book Internasional”, simposium tersebut menghadirkan berbagai tokoh literasi, akademisi, dan pelaku industri kreatif yang memiliki visi bersama untuk mengembangkan dunia kepenulisan di era digital.
Kegiatan ini diresmikan oleh Abdul Hadi Hamka, Chairman Foundation of the Buya Hamka Study Center. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan pentingnya membangun jaringan internasional guna mendorong lahirnya karya-karya berkualitas yang mampu menembus pasar global.
Simposium juga diwarnai sambutan dari Hasrul Taufek bin Roslan atau Master Shiro, Ketua MSGA Sdn. Bhd.. Ia menyoroti pentingnya kerja sama strategis antarnegara dalam menghadapi perkembangan industri penulisan digital yang semakin kompetitif dan dinamis.
Sementara itu, Chief Executive Officer Minang Maimbau, Darmawi, menyampaikan komitmennya untuk terus memperkuat hubungan antara komunitas penulis, penerbit, dan lembaga literasi internasional.
Menurutnya, sinergi dan kolaborasi menjadi kunci untuk membuka akses yang lebih luas bagi penulis Indonesia, khususnya dari Sumatera Barat, agar mampu memperkenalkan karya mereka ke pasar internasional.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Chief Executive Officer MSGA Sdn. Bhd., Mohd Shahpizan bin Mustapha, bersama delegasi dan peserta dari berbagai negara yang turut menyukseskan jalannya simposium.
Salah satu agenda yang mendapat perhatian peserta adalah sesi berbagi ilmu dari para pembicara internasional. Di antaranya Desi Yuliana, Noor Hayati Yasmin Binti Nga Timin, Kheftiah Bte Moorin, HappySri Sam, serta Mia Marianne yang membahas berbagai strategi penulisan, penerbitan digital, hingga pengembangan personal branding bagi penulis di era teknologi.
Selain diskusi dan berbagi pengalaman, kegiatan tersebut juga ditandai dengan peluncuran E-Book Delegasi Penulis Internasional, penandatanganan kerja sama strategis antara HAFASA Academy dan Nakhlah Global Consultant, serta penganugerahan Penghargaan Duta Internasional MSGA 2026 kepada sejumlah tokoh yang berkontribusi dalam pengembangan literasi dan kepenulisan.
Tak kalah penting, simposium ini juga memperkuat kolaborasi antara MSGA Indonesia, Pustaka Indonesia Service, HAFASA Academy, serta Minang Maimbau Group dalam membangun ekosistem penulisan yang lebih luas dan berdaya saing global.
Penyelenggara menilai simposium ini menjadi wadah strategis untuk memperluas jaringan penulis internasional, memperkuat kerja sama lintas negara, sekaligus membuka peluang baru dalam industri penerbitan digital yang terus berkembang. Melalui forum ini, para peserta diharapkan mampu membangun kolaborasi berkelanjutan dan menghasilkan karya-karya yang dapat menjangkau pembaca di berbagai belahan dunia.
Sebagai penutup, panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya MSGA Indonesia, HAFASA Academy, Pustaka Indonesia Service, dan Minang Maimbau Group atas dukungan serta kerja sama yang telah mengantarkan Simposium Penulis dan Penghargaan Duta Internasional MSGA 2026 berlangsung sukses dan memberikan manfaat bagi pengembangan dunia literasi internasional. (h/yes)












