EkBis

Deki Eldidora : Dari Sopir Angkot hingga Bangun Bisnis Properti Ratusan Miliar

×

Deki Eldidora : Dari Sopir Angkot hingga Bangun Bisnis Properti Ratusan Miliar

Sebarkan artikel ini
Jauh sebelum dikenal sebagai pengusaha properti di Sumatera Barat, Deki Eldidora (42) pernah menjalani kehidupan sebagai perantau yang harus bekerja keras demi bertahan hidup dan menyelesaikan pendidikan.

PADANG, HARIANHALUAN.ID — Jauh sebelum dikenal sebagai pengusaha properti di Sumatera Barat, Deki Eldidora (42) pernah menjalani kehidupan sebagai perantau yang harus bekerja keras demi bertahan hidup dan menyelesaikan pendidikan.

Di Jakarta, berbagai pekerjaan dilakoninya. Salah satunya menjadi sopir angkot. Bersama istrinya, Deki melewati masa-masa perjuangan tersebut hingga akhirnya pulang ke kampung halaman dan mulai membangun bisnis sendiri.

“Di Jakarta kita wajib kerja keras dan tidak mudah menyerah. Apapun pekerjaan saya lakoni, bahkan saya sempat menjadi sopir angkot di Jakarta. Bersama istri saya, kami saling mendukung hingga akhirnya pulang kampung dan keberanian itu membuah hasil saat membangun PT Menara Village dan PT Lembur Persada,” kenang Deki.

Kini, perjalanan panjang itu membawanya menjadi pengusaha properti. Melalui PT Menara Village dan PT Lembur Persada, Deki mengembangkan sejumlah proyek perumahan dan ruko di Sumatera Barat.

Prinsip bergerak cepat, teliti, jujur, dan profesional menjadi kunci yang dipegang Deki dalam menjalankan usahanya.

Lahir pada 1984, perjalanan Deki di dunia properti tidak terlepas dari dorongan ayah dan tantenya yang juga berprofesi sebagai pengembang atau developer di Padang Pariaman dan Kota Padang.

Kariernya di dunia properti diawali ketika ia dipercaya menjadi Direktur PT Ventura, anak perusahaan PT Semen Padang. Berbekal integritas, koneksi yang luas, serta kepercayaan dari mitra, lebih dari 20 unit rumah mewah yang digarap PT Ventura kala itu berhasil terjual habis.

Baca Juga  MenPANRB Usul Pengangkatan ASN Dilakukan Akhir Tahun

Pengalaman tersebut kemudian menjadi pijakan bagi Deki untuk melebarkan sayap secara mandiri dengan mendirikan PT Menara Village dan PT Lembur Persada.

Selama enam tahun terakhir, bisnis yang dipimpin langsung oleh Deki berkembang pesat. Saat ini, perusahaan mempekerjakan ratusan karyawan yang terdiri dari manajemen kantor, tenaga teknis, hingga pekerja lapangan.

Sejumlah proyek strategis berhasil dibangun dan dikembangkan perusahaan tersebut.

Di kawasan Belanti, belakang Transmart Kota Padang, misalnya, sebanyak 24 unit rumah mewah dibangun melalui proyek Cluster Belanti. Seluruh unit tersebut habis terjual atau sold out pada 2025.

Kemudian, di Jalan Utama Mato Aia, Jalan Nasional Padang–Painan, perusahaan membangun 15 unit ruko dengan rentang harga Rp750 juta hingga Rp1,5 miliar per unit.

Ada pula proyek perumahan di Ulak Karang dengan hunian mewah yang dibanderol pada kisaran Rp450 juta hingga Rp1,2 miliar per unit.

Sementara itu, ruko komersial di Jalan Teduh Steba ditawarkan dengan harga Rp1,2 miliar hingga Rp1,5 miliar per unit.

Pada 2026, perusahaan juga mengembangkan proyek Banda Buek dengan membangun 77 unit rumah mewah berkonsep harga terjangkau di atas lahan seluas 11.000 meter persegi di sekitar Pasar Banda Buek.

Dimas (38), tenaga lapangan PT Menara Village dan PT Lembur Persada, mengatakan unit rumah di Banda Buek mendapat respons positif dari pasar.

“Pembangunan rumah mewah di Banda Buek saat ini sudah terjual lebih dari 24 unit dengan kisaran harga Rp500 juta hingga Rp900 juta per unit. Beberapa unit sudah masuk tahap penyelesaian (finishing),” ujar Dimas saat ditemui di lokasi proyek.

Baca Juga  Harga Cabai “Menyala” di Pesisir Selatan, Tembus Rp90 Ribu per Kilogram

Bagi Deki, ekspansi bisnis properti yang dilakukan perusahaan didasari oleh tingginya kebutuhan hunian di Sumatera Barat.

“Kebutuhan rumah baru di Sumatera Barat berdasarkan perhitungan kami mencapai lebih dari 3.000 unit setiap tahunnya. Kehadiran PT Menara Village adalah untuk ikut serta menyediakan rumah komersil dan rumah mewah yang berkualitas,” kata Deki saat ditemui di kantornya di kawasan Belanti.

Pencapaian Deki turut mendapat apresiasi dari pemerhati hukum dan perumahan nasional, Ardi Rusyda, S.H. Menurutnya, rekam jejak Deki di usia yang masih tergolong muda dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia.

Namun, di balik pencapaiannya saat ini, Deki tidak melupakan masa-masa perjuangan ketika merantau dan berkuliah di Jakarta.

Berbagai pekerjaan keras pernah dilakoninya demi bertahan hidup dan menyelesaikan pendidikan. Pengalaman menjadi sopir angkot menjadi salah satu bagian dari perjalanan tersebut.

Kini, setelah membangun PT Menara Village dan PT Lembur Persada, pengalaman itu menjadi bagian dari cerita panjang perjalanan Deki sebagai pengusaha.

Menutup perbincangan, Deki memberikan pesan kepada anak-anak muda yang sedang berjuang membangun karier maupun usaha.

“Untuk anak-anak muda, pesan saya teruslah berkarya dan berprestasi di manapun kalian berada,” pungkasnya.(h/dul)