TANAH DATAR, harianhaluan.id – Rabu, 24 September 2026, setelah mengikuti kegiatan penutupan Penyusunan dan Penelaahan Anggaran Tahun 2027 di Emersia Hotel, Batusangkar, Kepala MAN 1 Tanah Datar Plus Keterampilan Rika Maria langsung menuju madrasah. Selepas shalat zuhur berjamaah, dia berkumpul di ruang kepala madrasah bersama Kaur Tata Usaha, seluruh Wakil Kepala Madrasah, para pembimbing OBA dan OMI, serta peserta yang akan membawa nama harum madrasah ke ajang tertinggi.
Pertemuan digelar khusus untuk memperkuat mental sekaligus memantapkan langkah jelang keberangkatan lomba.
“Ananda adalah kebanggaan kami. Setiap langkah yang Ananda ambil hari ini adalah cerminan kerja keras, ketekunan dan doa yang tak putus dipanjatkan seluruh warga madrasah,” ujarnya.
Dia kemudian mengurai kesiapan satu per satu. Khusus Fateh, yang telah meloloskan diri ke ajang Olimpiade Bahasa Arab (OBA) Tingkat Nasional, ditekankan bahwa bahasa Arab bukan sekadar ilmu, melainkan jembatan memahami ajaran agama dan peradaban. “Khawatir boleh, tapi jangan biarkan ia menguasaimu. Bicaralah dengan hati, biarkan setiap kata yang kau ucapkan memancarkan keindahan akhlak dan keyakinan. Kau membawa nama kami, tapi yang terpenting kau membawa nama Allah dengan ilmu yang Dia ridhai,” pesannya penuh makna.
Sementara itu, bagi Lathif (Mata Pelajaran Ekonomi), Bianca (Geografi), dan Andika (Matematika) yang akan berlaga di OMI tingkat provinsi, Rika Maria menekankan kedalaman pemahaman konsep, ketelitian, serta kepercayaan diri untuk menyampaikan gagasan dengan lugas dan sistematis.
“Pahami bukan sekadar untuk menjawab soal, tapi untuk menjadi insan yang bermanfaat dengan ilmunya. Kerjakan dengan tenang, teliti dan penuh keyakinan, ” katanya.
Para pembimbing turut menyampaikan laporan perkembangan serta persentase kesiapan masing-masing peserta. Rika Maria mengapresiasi para pendamping yang senantiasa mendampingi dengan sabar dan tulus.
“Keberhasilan ini milik kita semua buah sinergi murid yang berjuang, guru yang tak lelah membimbing dan doa yang tak putus mengalir dari rumah maupun madrasah, ” sebutnya. (humas).






