TANAH DATAR, harianhaluan.id – Kepala MAN 1 Tanah Datar Plus keterampilan Rika Maria melakukan supervisi pembelajaran di ruang kelas,
Pada kesempatan kali ini, supervisi difokuskan kepada dua orang guru: Japrizal, Guru Mata Pelajaran Fiqih, dan Iing Syamsudin, Guru Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
Kegiatan ini diawali dengan sesi prasupervisi, pertemuan persiapan yang berlangsung hangat dan terbuka. Rika Maria menyampaikan bahwa supervisi bukanlah bentuk pemeriksaan yang menakutkan, melainkan upaya bersama untuk saling memperkuat, berbagi gagasan, dan menyempurnakan langkah demi kemajuan peserta didik.
“Kegiatan supervisi bukan untuk mencari kesalahan, melainkan untuk menemukan keindahan dalam cara kita mengajar. Setiap kelebihan yang kita miliki adalah berkah, setiap hal yang bisa diperbaiki adalah jalan menuju kesempurnaan yang Allah ridhai,” ujarnya, Senin (28/9/26).
Dia juga menekankan pentingnya Pembelajaran Mendalam agar murid tidak sekadar menghafal, melainkan memahami, mengamalkan, dan menjadikan ilmu sebagai panduan hidup.
Penyampaian materi di kelas berlangsung dengan baik dan penuh semangat. Japrizal membimbing peserta didik memahami Fiqih secara mendalam, bukan sekadar menghafal ketentuan, melainkan menghayati makna ibadah sebagai wujud cinta kepada Allah dan kasih kepada sesama.
Sementara itu, Iing Syamsudin mengajak para murid menjelajahi dunia teknologi dengan bijak, menanamkan nilai bahwa kemajuan teknologi harus diiringi akhlak yang luhur agar bermanfaat bagi banyak orang. Keduanya mengajak murid berpikir kritis, menghubungkan materi dengan kehidupan nyata inti dari Pembelajaran Mendalam.
Usai pengamatan di kelas, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pasca supervisi. Dalam suasana yang terbuka dan kekeluargaan, Rika Maria mengapresiasi kesiapan, ketekunan, dan cara penyampaian yang hidup dari kedua guru.
Dia menyampaikan masukan-masukan yang membangun, disampaikan dengan lembut namun tegas, sejalan dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Mendalam. Diskusi berjalan dua arah: kendala yang dihadapi dibahas bersama, gagasan-gagasan baru dikemukakan, dan langkah pengembangan disepakati bersama demi peningkatan kualitas pembelajaran ke depannya.
“Kualitas pembelajaran yang sesungguhnya lahir dari hati yang tulus ketika kita mengajar bukan sekadar menyampaikan pelajaran, melainkan menanamkan harapan dan kasih sayang kepada generasi penerus. Melalui Pembelajaran Mendalam, ilmu bukan sekadar tersimpan di kepala, melainkan tumbuh di hati dan mewujud dalam perbuatan,” ujar Rika Maria. (humas).






