SUMBAR

Ketua DPRD Sumbar Tekankan Guru PPPK Harus Adaptif dan Kuasai Teknologi

×

Ketua DPRD Sumbar Tekankan Guru PPPK Harus Adaptif dan Kuasai Teknologi

Sebarkan artikel ini

PADANG, HARIANHALUAN.ID — Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, menegaskan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tidak cukup hanya hadir di ruang kelas dan menyampaikan materi pembelajaran. Guru dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, menguasai teknologi, sekaligus membentuk karakter peserta didik.

Pesan tersebut disampaikan Muhidi saat menjadi narasumber dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Guru PPPK Jenjang SMA, SMK, dan SLB Tahun 2026, Rabu (16/9/2026).

Di hadapan peserta, Muhidi mengatakan keberadaan guru PPPK merupakan energi baru bagi dunia pendidikan Sumatera Barat. Energi tersebut harus diwujudkan melalui peningkatan kualitas pembelajaran, kreativitas, profesionalisme, dan komitmen dalam mendidik peserta didik.

Menurutnya, status sebagai guru PPPK tidak boleh sekadar dimaknai sebagai perubahan status kepegawaian. Di balik status tersebut terdapat tanggung jawab besar untuk memastikan peserta didik memperoleh pendidikan berkualitas dan mampu menghadapi tantangan masa depan.

Baca Juga  Bupati Eka Putra Promosikan Keunggulan Hasil Pertanian dan UMKM Tanah Datar di AOE 2022 JCC

Muhidi menilai perkembangan zaman telah mengubah tantangan dunia pendidikan. Peserta didik kini hidup di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi sehingga pola pembelajaran juga harus mampu mengikuti perubahan tersebut.

Karena itu, penguasaan metode pembelajaran yang adaptif menjadi kebutuhan bagi guru. Guru harus mampu membaca kebutuhan peserta didik dan memilih pendekatan yang relevan agar proses pembelajaran tidak monoton dan tetap menarik.

Pemanfaatan teknologi juga menjadi perhatian Muhidi. Menurutnya, teknologi harus digunakan secara bijak untuk memperkuat proses pembelajaran. Guru perlu memanfaatkan perkembangan digital sebagai sarana pendukung, tanpa mengabaikan fungsi utamanya sebagai pendidik dan pembimbing.

Namun, Muhidi mengingatkan kemajuan teknologi jangan sampai membuat pendidikan kehilangan ruhnya. Sekolah bukan hanya tempat mencetak siswa yang mampu menjawab soal, tetapi juga membentuk manusia yang memiliki karakter dan budi pekerti.

Ia menegaskan keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari nilai akademik maupun kemampuan kejuruan. Peserta didik harus memiliki keseimbangan antara kecerdasan, keterampilan, integritas, tanggung jawab, dan karakter yang kuat.

Baca Juga  Dukung Pemerataan Pembangunan, Semen Padang Serahkan Bantuan untuk TMMD ke-124

Untuk itu, guru PPPK dituntut terus mengembangkan kapasitas diri. Bimtek diharapkan menjadi momentum bagi guru untuk memperoleh pengetahuan dan metode baru yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah masing-masing.

Muhidi mengatakan DPRD Provinsi Sumatera Barat akan terus mengawal peningkatan kompetensi, perlindungan, dan kesejahteraan tenaga pendidik. Penguatan kualitas guru dinilai penting karena masa depan sumber daya manusia Sumatera Barat sangat berkaitan dengan kualitas pendidikan yang diberikan saat ini.

Ia berharap guru PPPK mampu menjadi kekuatan baru dalam membangun pendidikan Sumatera Barat. Tidak hanya melahirkan peserta didik yang cerdas, tetapi juga generasi emas Ranah Minang yang berkarakter, kompeten, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat global. (*)