AGAM

Kick Off P2P 2026, Bawaslu Agam Rekrut 24 Peserta dari Berbagai Kalangan

×

Kick Off P2P 2026, Bawaslu Agam Rekrut 24 Peserta dari Berbagai Kalangan

Sebarkan artikel ini

AGAM, HARIANHALUAN.ID – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Agam merekrut sebanyak 24 peserta dari berbagai kalangan dalam pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026.

Kegiatan tersebut ditandai dengan mengikuti Kick Off P2P 2026 yang digelar secara nasional oleh Bawaslu Republik Indonesia, Selasa (12/5), secara daring melalui Zoom Meeting dari Kantor Bawaslu Agam.

Kick Off Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026 secara resmi dibuka oleh Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty, di Tangerang dengan mengusung tema Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu dan Pemilihan 2029 yang Bermartabat.

Lolly menegaskan bahwa penyelenggaraan Pemilu di Indonesia menjadi salah satu yang paling kompleks di dunia sehingga membutuhkan kolaborasi bersama masyarakat dalam melakukan pengawasan partisipatif.

Baca Juga  Bawaslu Agam Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif di Festival Alek Nagari Koto Laweh

“Demokrasi menjadi mandat yang harus dikawal semua pihak baik penyelenggara, masyarakat, dan pemerintah daerah untuk berkolaborasi memastikan Pemilu berjalan Luber dan Jurdil,” ujar Lolly.

Ia menjelaskan, komitmen Bawaslu dalam meningkatkan partisipasi masyarakat telah dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai program, mulai dari Gerakan Sejuta Relawan Pengawasan Partisipatif sejak 2014, Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) pada 2018 hingga 2022, sampai Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang mulai digagas sejak 2022.

Menurutnya, kader P2P harus memiliki empat karakter utama, yakni logis, kritis, berani, dan berdampak dalam mengawal demokrasi menuju Pemilu 2029.

Baca Juga  Bawaslu Agam Dorong TPS Khusus di Kampus IPDN Sumbar Bentuk

“Kader P2P harus memiliki karakter logis, kritis, berani, dan berdampak. Akan kita buktikan dari 30 ribu lebih kader, kami harapkan semua akan berfungsi dan bergerak pada Pemilu 2029 mendatang,” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas Bawaslu Kabupaten Agam, Yuhendra, menjelaskan bahwa peserta P2P Kabupaten Agam tahun 2026 berasal dari berbagai unsur masyarakat, meliputi pemilih pemula, guru serta masyarakat umum.

“Jika tahun kemarin kita mengajak partisipasi OKP dan Ormas, tahun 2026 ini Bawaslu Kabupaten Agam memilih partisipasi pemilih pemula, guru, dan masyarakat umum sebagai bagian dari pengembangan Pendidikan Pengawas Partisipatif,” ungkap Yuhendra.