PASBAR, HARIANHALUAN ID — Nagari Lingkuang Aua Bandarajo, Kecamatan Pasaman, menjadi lokasi Penilaian Gerakan PKK Tingkat Provinsi Sumatra Barat Tahun 2026 setelah terpilih mewakili Pasaman Barat pada Lomba Gerakan PKK Tingkat Provinsi Sumatra Barat, Kamis, (11/6/ 2026)
Kegiatan ini merupakan verifikasi lapangan terhadap pelaksanaan 10 Program Pokok PKK yang meliputi kelembagaan dan tertib administrasi, Pokja I Paredi, Pokja II Gelari Pelangi, Pokja III Aku Hatinya PKK, dan Pokja IV PHBS Plus.
Penilaian dilakukan langsung oleh Staf Ahli TP-PKK Sumatra Barat Ny. Dianita Maulin Vasko beserta rombongan. Kehadiran tim disambut Bupati Pasbar yang diwakili Sekretaris Daerah Doddy San Ismail didampingi Asisten III Harlina Syahputri, Staf Ahli TP-PKK Pasbar Ny. Gusmalini, Ketua Bidang IV TP-PKK Ny. Erisa Doddy San, para kepala OPD, Camat Pasaman Hendrizal, wali nagari se-Kecamatan Pasaman, serta anggota TP-PKK dan pemangku kepentingan terkait.
Penilaian kali ini tampil istimewa dengan sajian seni budaya tiga etnis khas Pasaman Barat: Minang melalui Tari Piring, Mandailing dengan Tari Tor-tor, dan Jawa lewat Reog, serta berbagai inovasi yang ditampilkan semua pokja PKK Pasaman Barat.
Dalam sambutannya, Sekda Doddy San Ismail menjelaskan visi Pemkab Pasbar “Terwujudnya Pasaman Barat Maju, Sejahtera, yang Berkeadilan Berlandaskan Agama dan Budaya” sebagaimana tertuang dalam RPJMD. Visi itu diwujudkan melalui enam misi: meningkatkan ketakwaan dan pelestarian adat budaya; meningkatkan pendidikan berkualitas untuk SDM unggul; meningkatkan pelayanan kesehatan dasar secara merata; mempercepat pembangunan infrastruktur yang adil dan berkelanjutan; menguatkan ekonomi kerakyatan berbasis potensi unggulan; serta menyelenggarakan pemerintahan yang bersih, transparan, dan pelayanan prima.
“Untuk mewujudkan visi dan misi tersebut tentu tidak dapat dilakukan pemerintah daerah sendiri. Dibutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk Gerakan PKK yang dilakukan secara berjenjang dari kabupaten, kecamatan, nagari, hingga kelompok dasawisma yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat dari lingkup keluarga,” tegas Doddy.
Ia menilai keluarga adalah fondasi utama pembangunan bangsa. Keluarga yang sehat, mandiri, produktif, dan harmonis akan melahirkan generasi berkualitas sebagai modal utama pembangunan daerah.
Melalui 10 Program Pokok PKK, berbagai aspek kehidupan masyarakat disentuh langsung, mulai penghayatan Pancasila, gotong royong, pangan, sandang, perumahan, pendidikan, kesehatan, koperasi, kelestarian lingkungan, hingga perencanaan sehat.
“Oleh karena itu, Pemkab Pasbar memandang keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari keberhasilan membangun keluarga yang tangguh, mandiri, dan sejahtera. Berbagai program yang ditampilkan adalah hasil pembinaan berjenjang oleh TP-PKK kabupaten, kecamatan, dan nagari bersama perangkat daerah dan masyarakat,” ucapnya.
Doddy menegaskan penilaian ini bukan sekadar perlombaan, tetapi sarana evaluasi, pembinaan, berbagi pengalaman, dan motivasi untuk meningkatkan kualitas Gerakan PKK di Pasbar.
Sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo-Gibran, PKK berkontribusi nyata memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan kualitas SDM, menurunkan stunting, memberdayakan perempuan, memperkuat ketahanan pangan keluarga, serta mengembangkan ekonomi keluarga dan UMKM.
Pemkab Pasbar berkomitmen terus mendukung program PKK melalui penguatan kapasitas kader, sinergi lintas sektor, pemberdayaan ekonomi keluarga, pengembangan UMKM, peningkatan kesehatan masyarakat, dan penguatan ketahanan pangan.
Di akhir sambutan, Doddy menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kader PKK dari kabupaten, kecamatan, hingga nagari serta semua pemangku kepentingan yang bekerja dengan dedikasi, keikhlasan, dan semangat pengabdian.
“Kader PKK adalah ujung tombak pembangunan keluarga yang berkontribusi besar meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pasbar. Mudah-mudahan apa yang dinilai hari ini memberikan gambaran nyata pelaksanaan Gerakan PKK di Pasbar dan menghasilkan yang terbaik bagi daerah kita,” tutupnya.
Pada kesempatan yang sama, Staf Ahli TP-PKK Pasbar Ny. Gusmalini menjelaskan TP-PKK Pasbar berkomitmen sebagai mitra strategis pemda mewujudkan visi bupati. PKK adalah gerakan masyarakat dari bawah dengan prinsip kerja partisipatif agar beban pembangunan dipikul bersama dan hasilnya dinikmati merata.
Untuk mendukung Asta Cita Prabowo-Gibran dan visi-misi bupati, TP-PKK Pasbar bersama OPD berkolaborasi dalam lima bidang utama: Pendataan Terintegrasi Jembatan Asa, Penguatan Karakter Keluarga KISAH, KRISAN, KILAS, Peningkatan Pendidikan dan Ekonomi Keluarga, Ketahanan Pangan dan Gerakan ASRI, serta Transformasi Posyandu ke 6 Layanan SPM.
“Kami sampaikan terima kasih kepada TP-PKK Provinsi Sumatra Barat yang senantiasa membimbing TP-PKK Kabupaten Pasaman Barat. Semoga apa yang kami tampilkan dalam penilaian lapangan ini mendapatkan nilai baik yang membanggakan Pasaman Barat,” ujarnya.
Sementara itu, Staf Ahli TP-PKK Sumbar Ny. Dianita Maulin Vasko menegaskan PKK bukan sekadar organisasi perempuan, tetapi gerakan pemberdayaan keluarga yang tumbuh dari, oleh, dan untuk masyarakat. PKK hadir sebagai mitra strategis pemerintah mewujudkan keluarga sejahtera, mandiri, sehat, dan berkarakter.
“Melalui 10 Program Pokok PKK, kita terus mendorong penguatan ketahanan keluarga, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, pengembangan ekonomi keluarga, hingga pelestarian lingkungan. Kemajuan daerah sangat ditentukan kuatnya fondasi keluarga,” tegasnya.
Ia mengapresiasi sinergi OPD yang mendukung program PKK. “Keterlibatan OPD bukti pembangunan keluarga adalah tanggung jawab bersama. Kolaborasi ini harus diperkuat agar program PKK tepat sasaran, berkelanjutan, dan berdampak nyata,” katanya.
Dianita menyebut penilaian ini bukan ajang mencari juara, melainkan sarana evaluasi, pembelajaran, dan motivasi bagi kader PKK meningkatkan kualitas pengabdian dan inovasi.
“Apa yang ditampilkan hari ini hasil kerja keras bersama, semangat gotong royong, dan kekompakan masyarakat. Nilai inilah kekuatan utama Gerakan PKK sejak dahulu hingga sekarang,” ujarnya.
Ia berharap kader PKK terus meningkatkan kapasitas, memperkuat semangat pengabdian, dan berinovasi mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai budaya dan agama yang menjadi jati diri masyarakat Sumbar.
“Kami ucapkan terima kasih atas sambutan hangat dan kesiapan luar biasa dari Nagari Lingkuang Aua Bandarajo. Semoga segala usaha dan pengabdian ibu-ibu kader serta masyarakat mendapat hasil terbaik,” pungkasnya. (*)












