PADANG, HARIANHALUAN.ID-Harapan baru tengah tumbuh dari Kelurahan Koto Lua, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Seorang pemuda setempat bernama Yoga Pratama berhasil menembus peluang kerja ke Jepang setelah mengikuti program pelatihan bahasa dan budaya yang difasilitasi Forum Pemberdayaan Masyarakat (FPM) Kelurahan Koto Lua, Kecamatan Pauh, Kota Padang, dengan dukungan penuh dari PT Semen Padang.
Kini, Yoga tinggal selangkah lagi mewujudkan mimpinya. Ia telah dinyatakan lulus dan tengah menunggu proses penerbitan izin tinggal sebelum diberangkatkan ke Negeri Sakura untuk bekerja di bidang pertanian.
“Dengan kelulusan ini, saya sangat bersyukur dan bangga, karena pekerjaan ini sangat bermanfaat untuk menaikkan derajat keluarga, membantu orang tua, dan mencari banyak pengalaman di negeri orang. Terima kasih kepada PT Semen Padang dan Forum Nagari yang sudah memberikan kesempatan ini. Semoga program ini terus berlanjut ke depannya,” ujar Yoga dengan nada haru.
Perjalanan Yoga tidaklah instan. Ia mengikuti pelatihan intensif selama enam bulan, mulai Juni hingga Desember 2025, di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (LPK) Kamisato Gakuin Center. Selama masa pelatihan, ia dibekali kemampuan bahasa Jepang sekaligus pemahaman budaya kerja yang menjadi syarat utama untuk dapat bersaing di pasar tenaga kerja internasional.
Ketua Forum Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Koto Lua, Nofial, menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai upaya nyata pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi generasi muda dari keluarga kurang mampu. Yoga kini menunggu izin tinggal dan diperkirakan berangkat sekitar tiga bulan lagi.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan PT Semen Padang yang selalu hadir membantu masyarakat melalui program yang nyata dan berkelanjutan,” kata Nofial.
Biaya pelatihan sebesar Rp6,5 juta per peserta tidak bersifat hibah semata, melainkan menggunakan sistem dana bergulir. Setelah peserta bekerja di Jepang, biaya tersebut akan dikembalikan dan digunakan untuk membiayai peserta berikutnya.
“Ini adalah model pemberdayaan yang berkelanjutan. Dengan begitu, manfaatnya tidak berhenti pada satu orang saja, tetapi bisa terus berlanjut ke generasi berikutnya. Saat ini ada empat pemuda Kelurahan Koto Lua lagi yang tengah menunggu kelulusan agar bisa seperti Yoga bekerja di Jepang,” kata dia.












