PADANG

Lulus Kerja ke Jepang, Pemuda Koto Lua Pauh Siap Ubah Nasib Keluarga Lewat Dukungan PT Semen Padang

×

Lulus Kerja ke Jepang, Pemuda Koto Lua Pauh Siap Ubah Nasib Keluarga Lewat Dukungan PT Semen Padang

Sebarkan artikel ini
Seorang pemuda setempat bernama Yoga Pratama berhasil menembus peluang kerja ke Jepang setelah mengikuti program pelatihan bahasa dan budaya yang difasilitasi Forum Pemberdayaan Masyarakat (FPM) Kelurahan Koto Lua, Kecamatan Pauh, Kota Padang, dengan dukungan penuh dari PT Semen Padang. IST

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan dukungan terhadap program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program tersebut bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan investasi sosial jangka panjang. Program seperti ini diharapkan perusahaan dapat membantu mengurangi angka kemiskinan di sekitar wilayah operasi perusahaan.

Menurut Win, peluang kerja di Jepang membuka jalan bagi peningkatan kesejahteraan keluarga peserta secara signifikan. Dengan penghasilan tetap, para pekerja diharapkan mampu mengangkat kondisi ekonomi keluarga mereka.

Baca Juga  Camat Pauh Kota Padang Imbau Warga Jaga Bunga Bangkai

“Kami berharap kesempatan ini benar-benar dimanfaatkan untuk mengubah masa depan. Ini bukan hanya tentang pekerjaan, tetapi tentang membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik,” tuturnya.

Program ini selaras dengan arah kebijakan nasional dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global, sebagaimana tertuang dalam Asta Cita pemerintah.

Kepala Unit CSR PT Semen Padang, Hernes, menambahkan bahwa peserta program melalui pelatihan intensif bersama Forum Nagari dan LPK Kamisato Gakuin Center, mereka dipersiapkan tidak hanya dari sisi keterampilan, tetapi juga mental dan budaya kerja.

Baca Juga  Jalan di Padang Terpantau Sepi pada Lebaran Pertama

“Penguasaan bahasa dan pemahaman budaya adalah kunci utama. Kami ingin mereka tidak hanya bisa bekerja, tetapi juga sukses dan bertahan di sana,” ujarnya.

Program ini pun tidak berhenti di Koto Lua. Hernes menegaskan bahwa inisiatif tersebut akan dijadikan sebagai proyek percontohan yang berpotensi dikembangkan ke wilayah lain. (*)