HALUAN MADRASAH

MAN Kota Sawahlunto Karantinakan Peserta OMI, Kepala Madrasah Tekankan Pembelajaran Pola SSTP

×

MAN Kota Sawahlunto Karantinakan Peserta OMI, Kepala Madrasah Tekankan Pembelajaran Pola SSTP

Sebarkan artikel ini

SAWAHLUNTO, harianhaluan. id – Sebanyak 14 peserta Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) MAN Kota Sawahlunto mengikuti karantina sebagai persiapan menghadapi kompetisi tingkat Sumbar. Mengambil suasana berbeda dari ruang kelas program pemantapan tersebut resmi dibuka Kepala MAN Kota Sawahlunto Dafril Tuanku Bandaro, Selasa (29/9/26) di Camping Ground Kandi, Sawahlunto.

Hadir Kepala Urusan Tata Usaha, Yurmaini dan para wakil kepala madrasah. Karantina yang berlangsung selama empat hari, 29 September hingga 2 Oktober 2026, dirancang sebagai ruang penguatan akademik sekaligus pembentukan kesiapan mental peserta sebelum mereka membawa nama MAN Kota Sawahlunto ke panggung kompetisi tingkat provinsi.

Ke-14 peserta tersebut merupakan perwakilan dari enam bidang studi. Mereka mendapatkan pendampingan secara intensif dari tujuh guru pembina yang memiliki kompetensi sesuai bidang masing-masing. Perpaduan antara penguasaan materi, pendalaman strategi, latihan soal, diskusi, serta pembinaan mental menjadi bagian penting dalam rangkaian persiapan tersebut.

Baca Juga  Setahun Lebih Menunggu, Akhirnya Murid MAN 4 Tanah Datar Nikmati MBG Perdana

Pada kegiatan itu diasuh guru yang kompeten di bidang masing-masing diantaranya Muhammad Radhi cabang Biologi, Desi Ariyanti Naspin, Fisika, Yessy Juprina dan Agil Aditiya, Kimia, Fuara Dila Sasmi, Matematika, Astri Winanda, Geografi, dan Nurmala Dewi  Ekonomi.

Dalam arahan Dafril Tuanku Bandaro mengingatkan peserta agar menjadikan kesehatan sebagai modal utama selama menjalani rangkaian pembinaan. Menurut kepala madrasah kemampuan akademik tidak akan berkembang secara optimal apabila kondisi fisik tidak terjaga.

“Jaga kesehatan, karena kesehatan adalah mutiara kehidupan,” pesan.

Dafril Tuanku Bandaro juga mengajak seluruh kontingen menjalani proses pembelajaran dengan tenang, tidak terbebani oleh target maupun tekanan kompetisi. Prinsip “Santai Saja Tapi Pasti (SSTP)” ditekankan sebagai cara untuk menjaga keseimbangan antara keseriusan belajar dan ketenangan dalam menghadapi tantangan.

Pesan tersebut bukan berarti peserta diminta mengurangi kesungguhan. Sebaliknya, SSTP menjadi dorongan agar setiap proses dijalani secara terukur, konsisten, dan penuh keyakinan. Belajar dengan tenang, memahami materi secara mendalam, berlatih secara berkelanjutan, kemudian menghadapi kompetisi dengan kesiapan yang matang.

Baca Juga  Lahirkan Generasi Qur’ani, MTsN 3 Pesisir Selatan Wisuda 83 Hafiz dan Hafizah

Kepala madrasah juga berharap para peserta memanfaatkan empat hari karantina sebaik mungkin. Kehadiran tujuh guru pembina hendaknya menjadi kesempatan untuk menggali pengetahuan, memperdalam materi, mengidentifikasi kelemahan, sekaligus memperkuat kemampuan yang telah dimiliki.

Bagi MAN Kota Sawahlunto, keikutsertaan dalam OMI bukan sekadar tentang mengejar prestasi. Lebih jauh, ajang tersebut merupakan bagian dari ikhtiar madrasah dalam menemukan, membina, dan mengembangkan potensi terbaik peserta didik. Setiap anak memiliki ruang untuk tumbuh; tugas lembaga pendidikan adalah menyediakan jalan agar potensi itu menemukan bentuk terbaiknya.

Kegiatan pembukaan berlangsung khidmat dan lancar. Setelah seremoni, peserta bersama guru pembina melanjutkan agenda karantina sesuai program yang telah disiapkan. (humas).