JAKARTA — Kepala MAN 1 Tanah Datar Plus Keterampilan, Dr. Rika Maria, turut hadir dan berperan aktif dalam Rapat Koordinasi, Evaluasi, serta Pemantapan Perencanaan Kegiatan Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) Plus Keterampilan Nasional berlangsung 28 hingga 30 September 2026 di Sofyan Hotel Cikini, Jakarta.
Kegiatan strategis itu diikuti 21 Kepala Madrasah Plus Keterampilan se-Indonesia, menjadi momen penting sekaligus titik awal perjuangan periode kepengurusan yang baru.
Acara dihadiri pejabat Direktorat KSKK Madrasah Kementerian Agama RI, Kasubdit Pendidikan Vokasi dan Inklusi Dr. Anis Masykur, MAg, didampingi Kasubtim Lucky dan Kasubtim Hasani. Kehadiran pimpinan pusat memberikan arahan, motivasi bagi seluruh jajaran untuk melangkah lebih mantap ke depan.
Salah satu momen penting adalah pemantapan perencanaan kegiatan oleh Pengurus Baru Terpilih Periode 2026–2029. Kepengurusan yang baru dibentuk menyusun komitmen, rencana kerja, serta langkah strategis yang terarah, terukur dan berorientasi pada hasil nyata. Pergantian kepemimpinan bukan sekadar serah terima jabatan, melainkan penyerahan tongkat estafet perjuangan untuk memajukan pendidikan keterampilan secara lebih kokoh, terstruktur dan berkelanjutan.
Dalam arahannya, Anis Masykur menyambut baik terbentuknya kepengurusan baru.
“Masa bakti adalah amanah dan masa depan adalah tanggung jawab. Susunlah program yang jelas, menyentuh langsung kebutuhan peserta didik dan jadikan keterampilan sebagai keunggulan yang membanggakan madrasah dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya
Kegiatan hari kedua diwarnai Studi Banding ke MAN 15 Jakarta Plus Keterampilan. Para peserta melihat suasana pembelajaran, fasilitas dan berbagai karya unggulan peserta didik. Di sana terlihat bagaimana pembelajaran keterampilan dijalankan secara nyata tertata rapi, kreatif, dan menyatu dengan kehidupan sehari-hari. Mulai dari ruang praktik, hasil karya yang bermutu, hingga semangat yang terpancar dari para pendidik maupun peserta didik, semuanya menjadi inspirasi berharga untuk dibawa pulang dan diterapkan di madrasah masing-masing.

Kunjungan ini membuka wawasan bagaimana menyusun program keterampilan yang khas, mengelola sarana prasarana agar berfungsi maksimal, serta menghubungkan hasil karya dengan peluang pasar dan kewirausahaan. Banyak ide cemerlang dan pengalaman berharga yang dicatat dengan saksama.
Selama tiga hari, rapat berjalan dinamis dan penuh kekeluargaan. Selain studi banding, peserta mengevaluasi pelaksanaan Extranas 2026, merumuskan perbaikan, serta menyusun peta jalan kegiatan untuk tiga tahun ke depan.
Bagi Rika Maria, kehadiran ini membawa tanggung jawab sekaligus kebanggaan. Ia hadir membawa nama MAN 1 Tanah Datar Plus Keterampilan, berbagi pengalaman, menyerap gagasan baru, serta melihat langsung praktik terbaik yang akan diterapkan di madrasah. Semangat baru, rencana baru, dan kepemimpinan baru menjadi energi yang menggerakkan langkah ke depan. (humas).






