LIMA PULUH KOTA, harianhaluan.id – Keluarga besar MAN Lima Puluh Kota kembali melaksanakan kegiatan upacara bendera rutin di halaman madrasah, Senin (15/5)26). Seluruh majelis guru, tenaga kependidikan, serta peserta didik mengikutinya.
Pelaksana upacara dipercayakan kepada siswa ekstrakurikuler (ekskul) pramuka dengan pembina upacara Dra. Saiyidati.
Kepala MAN Lima Puluh Kota, H. Nur Ali, S.Ag., M.MPd menyampaikan bahwa upacara bendera bukan hanya sekadar rutinitas setiap Senin pagi, tetapi juga menjadi sarana penting dalam menanamkan nilai nasionalisme, pembinaan karakter, serta penguatan spiritual peserta didik menuju generasi berakhlak mulia dan berdaya saing.
Dalam amanat penutup sebelum upacara berakhir, pembina upacara menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya self love atau mencintai diri sendiri sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Mencintai diri sangat penting karena dalam diri manusia terdapat dua kekuatan utama, yaitu sumber daya fisik dan sumber daya mental.
Sumber daya fisik berkaitan dengan menjaga kesehatan tubuh melalui pola makan bergizi, olahraga teratur, serta menjaga kebersihan dan kesehatan diri agar mampu menjalankan aktivitas dan amanah kehidupan dengan baik.
Sementara itu, sumber daya mental terdiri dari tiga kecerdasan penting. Pertama, Emotional Quotient (EQ), yaitu kemampuan mengelola emosi dengan baik, tidak mudah marah, tidak membully teman, tidak menyiksa diri sendiri, dan menjauhi tindakan negatif seperti bunuh diri yang saat ini menjadi persoalan serius di tengah masyarakat.
“Sayangi diri dan cintai diri sendiri dengan menjaga emosi dan menghargai orang lain,” pesan pembina upacara di hadapan seluruh peserta.
Kedua, Spiritual Quotient (SQ), yaitu kecerdasan spiritual yang diwujudkan melalui kepercayaan dan kecintaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Bentuk cinta diri kepada Allah diwujudkan dengan melaksanakan salat lima waktu, puasa Ramadan, serta mengerjakan berbagai amalan sunnah lainnya secara istiqamah.
Ketiga, Intellectual Quotient (IQ), yakni kemampuan intelektual yang harus terus diasah oleh peserta didik melalui semangat belajar dan menuntut ilmu. Sebagai siswa madrasah, peserta didik diharapkan terus meningkatkan daya pikir, kreativitas, dan wawasan agar menjadi generasi unggul di masa depan.
Peserta upacara diajak menjadi insanul kamil, manusia seutuhnya yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan emosional, spiritual, dan intelektual menuju generasi emas, tunas muda harapan bangsa dan negara. (humas).






