EkBis

Momentum 61 Tahun, Telkom Perkuat Pendidikan Digital melalui Bantuan Infrastruktur dan Literasi AI di Kalimantan Barat

×

Momentum 61 Tahun, Telkom Perkuat Pendidikan Digital melalui Bantuan Infrastruktur dan Literasi AI di Kalimantan Barat

Sebarkan artikel ini

KALIMANTAN BARAT, HARIANHALUAN.ID — Transformasi digital di sektor pendidikan terus berkembang pesat dan mendorong kebutuhan akan pemerataan akses teknologi di seluruh Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), pada tahun ajar 2025/2026 tingkat ketersediaan komputer untuk kegiatan pembelajaran di Provinsi Kalimantan Barat masih relatif terbatas, yakni 9,45 persen pada jenjang SD, 34,55 persen SMP, 37,74 persen SMA, 55,36 persen SMK, dan 17,86 persen SLB. Di sisi lain, pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk kebutuhan edukasi dan pembelajaran meningkat signifikan menjadi 43,98 persen pada tahun 2026, dari sebelumnya 21,84 persen. Kondisi ini menunjukkan pentingnya penguatan infrastruktur digital yang diiringi peningkatan kompetensi tenaga pendidik agar transformasi pendidikan dapat berlangsung secara lebih merata.

Dalam momentum 61 tahun, semangat Bersama Telkom Jadi Bisa terus diwujudkan melalui berbagai inisiatif yang menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui implementasi pilar BISA PandAI dan program BISA Vokasi sebagai bagian dari inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Telkom. Melalui inisiatif ini, Telkom menghadirkan dukungan berupa penguatan infrastruktur digital sekaligus pelatihan pemanfaatan AI bagi para guru guna mempercepat terwujudnya ekosistem pendidikan yang inovatif, inklusif, dan berdaya saing di berbagai daerah.

Baca Juga  Kembali Dinobatkan Sebagai Perusahaan Terpercaya, Infomedia Utamakan Pengembangan Bisnis Berkelanjutan

Implementasi tersebut dilakukan melalui penyaluran bantuan Application, Network, and Device (AND) serta pelatihan intensif bagi tenaga pendidik di Kabupaten Sambas pada 20 Juli 2026 dan Kabupaten Mempawah pada 22 Juli 2026. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di kantor bupati masing-masing wilayah. Dukungan yang diberikan meliputi perangkat pembelajaran yang dilengkapi akses internet dan platform Pijar Sekolah milik Telkom, serta pelatihan pemanfaatan AI yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menghadirkan proses belajar mengajar yang lebih efektif, adaptif, dan relevan dengan perkembangan teknologi.

Senior General Manager Social Responsibility Telkom Indonesia, Hery Susanto, menyampaikan, “Sebagai perusahaan digital, Telkom berkomitmen menghadirkan dampak nyata yang berkelanjutan bagi masyarakat melalui penguatan kualitas pendidikan. Melalui pilar BISA PandAI dan program BISA Vokasi, kami ingin memastikan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan dan konektivitas digital dapat diakses secara lebih merata oleh para tenaga pendidik di berbagai daerah. Kami percaya bahwa kolaborasi bersama pemerintah daerah dan institusi pendidikan menjadi kunci dalam mempercepat terwujudnya ekosistem pendidikan digital yang inovatif, inklusif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.”

Melalui penguatan akses teknologi, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, dan kolaborasi lintas sektor, Telkom terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung transformasi pendidikan nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Upaya tersebut turut berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pemerataan akses pendidikan dan peningkatan kualitas pembelajaran, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara Telkom, pemerintah daerah, dan institusi pendidikan dalam mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan. (h/dj)

Baca Juga  Indibiz Ajak UKM Ikut Program Pahlawan Digital Masa Kini