SAWAHLUNTO, harianhaluan. id – Pagi belum sepenuhnya meninggi ketika halaman Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Sawahlunto dipenuhi semangat dan kebanggaan. Seusai upacara bendera, Senin (21/9/26), sebanyak 14 murid peraih prestasi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kota Sawahlunto menerima piagam penghargaan yang dibingkai dengan warna kuning emas.
Tidak hanya para murid, enam guru pembina yang telah mendampingi perjuangan mereka juga menerima piagam penghargaan. Momentum tersebut menjadi lebih dari sekadar seremoni penyerahan dokumen prestasi. Ia menjadi simbol bahwa setiap ikhtiar, latihan, bimbingan, kegigihan, dan keberanian untuk berkompetisi layak mendapatkan apresiasi.
Piagam penghargaan diserahkan Kepala MAN Kota Sawahlunto, Dafril Tuanku Bandaro, bersama unsur pimpinan madrasah, di halaman madrasah setelah pelaksanaan upacara bendera.
Keempat belas murid tersebut merupakan peraih juara pada seleksi OMI tingkat Kota Sawahlunto yang berlangsung 7–9 September 2026. Mereka selanjutnya akan membawa nama MAN Kota Sawahlunto menuju OMI tingkat Sumbar.
Reward bagi peraih prestasi sesungguhnya bukan sekadar hadiah yang diterima setelah sebuah perlombaan berakhir. Ia merupakan bahasa penghargaan terhadap proses panjang yang sering kali tidak terlihat: waktu belajar yang bertambah, latihan yang berulang, kegagalan yang harus diterima, dan keberanian untuk mencoba kembali.
Gagasan tersebut sejalan dengan pandangan sejumlah tokoh dunia tentang pentingnya penghargaan dalam membangun motivasi. B.F. Skinner, melalui gagasan reinforcement, menjelaskan bahwa perilaku positif yang mendapatkan penguatan cenderung lebih mungkin diulang. Sementara itu, Carol S. Dweck melalui konsep growth mindset menekankan pentingnya menghargai proses belajar, usaha, dan perkembangan, bukan semata-mata hasil akhir.
Dengan demikian, piagam yang diberikan MAN Kota Sawahlunto dapat dimaknai sebagai penguatan positif sekaligus pesan pendidikan: prestasi patut dirayakan, proses harus dihargai, dan perjuangan tidak boleh berhenti pada satu kemenangan.
Murid MAN Kota Sawahlunto tersebut, Juara 1, Nadia Putri Aisya, Fisika, Najwa Fitriani Zulfa, Biologi, Mutia Helena, Kimia, Ghania Khairunnisa, Ekonomi dan Almi Fitrhi Fathanah, Geografi
Juara 2, Chesya Maharani S.Y, Ekonomi, R. Zaidan Altaf Syauqi, Matematika, Yumna Afifah Putri, Biologi dan Kayla Aurelia Rahmadani, Geografi
Juara 3, Nadya Ramadhani, Biologi, Mazarni, Ekonomi, Shinta Amelia, Matematika, Nikeisha Huwaidah, Geografi dan Muthia Aulia Hasfa Fisika
Di balik setiap nama yang berdiri menerima piagam, terdapat guru yang dengan sabar mendampingi. Enam guru pembina yang turut memperoleh penghargaan, Muhammad Radhi, Astri Winanda, Nurmala Dewi, Desi Ariyanti Naspin, Fuara Dila Sasmi, dan Agil Aditya Dinata.
Kepala MAN Kota Sawahlunto, Dafril Tuanku Bandaro, mengatakan penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi madrasah terhadap murid dan guru yang telah menunjukkan dedikasi dalam OMI.
“Reward ini bukan sekadar piagam. Ini adalah bentuk penghargaan madrasah terhadap proses, perjuangan, disiplin, dan keberanian anak-anak kita untuk berprestasi. Kita ingin mereka merasakan bahwa setiap usaha yang baik dilihat, dihargai, dan memiliki makna,” ujar Dafril.
Menurutnya, penghargaan tidak boleh berhenti pada seremoni. Ia harus menjadi energi baru agar prestasi yang telah diraih dapat melahirkan prestasi berikutnya. (humas).






