“Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menilai peringatan Hari Lahir Pancasila tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan. Momentum tersebut harus menjadi sarana memperkuat komitmen kebangsaan, mempererat persatuan, dan menumbuhkan kembali semangat gotong royong sebagai modal penting menuju Indonesia yang maju, berdaya saing, dan sejahtera.
“Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di republik yang kita cintai,” pungkasnya.
Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tersebut diikuti unsur Forkopimda, ASN, TNI-Polri, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat Kota Payakumbuh sebagai bentuk penghormatan terhadap ideologi bangsa yang menjadi dasar kehidupan bernegara sejak Indonesia merdeka. (*)












