OLAHRAGA

Pecah Telur, Cricket Sumbang Emas Pertama Mentawai di Porprov XVI Sumbar

×

Pecah Telur, Cricket Sumbang Emas Pertama Mentawai di Porprov XVI Sumbar

Sebarkan artikel ini

MENTAWAI, HARIANHALUAN.ID – Kontingen Kabupaten Kepulauan Mentawai meraih medali emas di kandang sendiri akhirnya terwujud. Cabang olahraga (Cabor) Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Mentawai menjadi pembuka jalan setelah sukses merebut medali emas pertama Mentawai pada Porprov XVI Sumatera Barat 2026.

Kepastian itu diraih melalui nomor Mixed Sixes campuran setelah tim Mentawai menaklukkan Kabupaten Padang Pariaman pada laga final yang berlangsung di Lapangan Tanah Merah, Desa Sipora Jaya, Kecamatan Sipora Utara, Senin (5/10/2026).

Tampil di hadapan publik sendiri, skuad Cricket Mentawai bermain dengan ketenangan sejak awal pertandingan. Pada babak pertama, Mentawai mendapat kesempatan sebagai Batsman dan mampu memanfaatkan peluang dengan baik untuk mengumpulkan angka sekaligus membangun keunggulan.

Memasuki babak kedua, situasi pertandingan semakin menegangkan. Padang Pariaman tampil agresif dan mencoba memangkas selisih poin. Namun, para pemain Mentawai mampu menjaga fokus, memperkuat pertahanan, serta mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.

Sorak kemenangan pun pecah di Lapangan Tanah Merah. Mentawai berhasil mengatasi tekanan di partai puncak dan memastikan diri sebagai juara nomor Mixed Sixes.

Baca Juga  Pasbar Siapkan 564 Kontingen dan Jadi Tuan Rumah Dua Cabang Olahraga di Porprov XVI Sumbar

Emas tersebut bukan hanya menjadi tambahan medali bagi kontingen tuan rumah, tetapi juga mencatatkan momentum penting karena Cricket untuk pertama kalinya dipertandingkan dalam Porprov Sumatera Barat.

Pelatih Cricket Mentawai, Fito Herdian, menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang dijalani para atlet. Pembinaan, latihan rutin, hingga pengalaman bertanding menjadi bagian dari perjalanan tim sebelum akhirnya mampu berdiri di podium tertinggi.

“Alhamdulillah, saya selaku pelatih sangat bergembira dengan anak-anak. Proses latihan sangat panjang, mulai dari mengenal cricket dari awal sampai menjadi juara cabang olahraga cricket nomor campuran ini,” ujar Fito.

Menurutnya, keberhasilan tersebut harus menjadi titik awal untuk memperluas pembinaan Cricket di Mentawai. Ia berharap olahraga tersebut semakin dikenal dan diminati generasi muda sehingga muncul lebih banyak atlet potensial dari Bumi Sikerei.

“Ke depan cricket di Kabupaten Kepulauan Mentawai harus dilaksanakan terus-menerus. Kita harus memperkenalkan apa itu cricket kepada anak-anak Mentawai dan bagaimana pelaksanaannya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Sumatera Barat, Prof. Dr. Syahrial Bakhtiar, M.Pd., CISTI, turut memberikan apresiasi atas keberhasilan tim tuan rumah.

Baca Juga  LIGA 1: Debut Luis Milla di Persib, Maung Bandung Babak Belur Dihajar Pasukan Juku Eja 5-1

Ia mengatakan, pertandingan Cricket pada Porprov XVI 2026 menjadi catatan tersendiri karena untuk pertama kalinya cabang olahraga tersebut dipertandingkan dalam ajang olahraga terbesar tingkat provinsi di Sumatera Barat.

“Hari ini adalah hari pertama dipertandingkannya cabang olahraga Cricket pada Porprov 2026 ini. Alhamdulillah, tuan rumah juga pertama kali menyumbangkan emas di Porprov di Kepulauan Mentawai,” ungkapnya.

Syahrial menambahkan, Cricket merupakan salah satu dari lima cabang olahraga yang dipertandingkan di Mentawai. Raihan emas tersebut diharapkan menjadi pemantik bagi cabang olahraga lainnya untuk mengikuti jejak Cricket dan mempersembahkan prestasi bagi kontingen tuan rumah.

Bagi Mentawai, emas dari Cricket menjadi lebih dari sekadar sebuah medali. Prestasi itu menjadi suntikan motivasi bagi seluruh atlet yang tengah berjuang di arena Porprov XVI Sumbar.

“Prestasi ini bukti bahwa atlet Mentawai mampu bersaing di tingkat provinsi. Sebagai tuan rumah Porprov XVI Sumbar, keberhasilan Cricket meraih emas diharapkan dapat membangkitkan semangat seluruh kontingen untuk terus mengukir prestasi dan mengharumkan nama Bumi Sikerei,” pungkasnya. (*)