JAKARTA, HARIANHALUAN.ID — Timnas Indonesia akan menghadapi Thailand pada partai final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10) malam. Duel dua kekuatan sepak bola Asia Tenggara ini diprediksi berlangsung sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu gelar juara pada turnamen edisi perdana tersebut.
Laga yang dijadwalkan kick-off pukul 20.00 WIB itu menjadi kesempatan emas bagi skuad Garuda untuk membuktikan perkembangan sepak bola nasional sekaligus mengakhiri penantian terhadap Thailand. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Indonesia memiliki modal psikologis untuk tampil agresif sejak menit awal.
Indonesia melangkah ke final setelah tampil cukup meyakinkan di Grup A. Skuad asuhan John Herdman mengumpulkan tujuh poin dari tiga pertandingan, dengan catatan dua kemenangan dan satu hasil imbang. Produktivitas gol Garuda juga cukup impresif, yakni 11 gol dan hanya dua kali kebobolan.
Salah satu penampilan paling mencolok terjadi ketika Indonesia menghancurkan Bangladesh dengan skor 9-2. Kemenangan besar tersebut memperlihatkan ketajaman lini serang sekaligus meningkatkan kepercayaan diri pemain menjelang pertandingan penentuan.
Sementara itu, Thailand memastikan tempat di final sebagai pemuncak Grup B. Kendati menelan kekalahan 1-2 dari Filipina pada pertandingan terakhir, tim berjuluk Gajah Perang tersebut tetap berhak melaju ke partai puncak. Thailand mengoleksi tujuh gol dan baru kebobolan satu kali dalam tiga pertandingan fase grup.
Pelatih Indonesia, John Herdman, diperkirakan akan mengedepankan permainan menyerang dengan tetap menjaga keseimbangan antarlini. Dalam pernyataan sebelumnya, Herdman menyambut duel melawan Thailand dengan antusias, terutama karena akan kembali berhadapan dengan Anthony Hudson, pelatih yang pernah menjadi rivalnya ketika menangani tim nasional Kanada.
“Dan ya, saya bersemangat. Akan menyenangkan berjabat tangan dengannya di area teknis dan melihat dua orang Inggris saling beradu taktik. Ini akan bagus,” ujar Herdman dalam pernyataan yang dikutip media seusai pertandingan melawan Bangladesh.
Di kubu Thailand, Anthony Hudson tentu tidak ingin anak asuhnya kehilangan kesempatan mengangkat trofi. Pelatih asal Inggris tersebut memiliki pekerjaan penting untuk meredam agresivitas Indonesia, terutama melalui penguasaan bola dan disiplin pertahanan. Namun, hingga berita ini disusun, belum ditemukan pernyataan langsung Hudson yang dapat dikutip secara terverifikasi mengenai prediksinya untuk pertandingan final.
Dari sisi komposisi pemain, Indonesia diperkirakan menggunakan formasi tiga bek dengan Kevin Diks, Rizky Ridho, dan Justin Hubner sebagai pilihan di lini pertahanan, sementara Emil Audero berpeluang mengawal gawang. Calvin Verdonk, Joey Pelupessy, dan Ivar Jenner menjadi opsi untuk menjaga keseimbangan permainan di sektor tengah.
Di lini depan, perhatian publik akan tertuju kepada Mitchell Baker dan Ole Romeny. Baker menjadi salah satu pemain paling menonjol setelah mencetak lima gol ketika Indonesia menghadapi Bangladesh. Kecepatan, pergerakan tanpa bola, serta ketajamannya di kotak penalti dapat menjadi ancaman serius bagi pertahanan Thailand.
Thailand diperkirakan mengandalkan pengalaman Chanathip Songkrasin untuk mengatur serangan. Pemain yang dikenal memiliki kreativitas tinggi tersebut dapat menjadi penghubung antara lini tengah dan depan. Supachai Jaided juga berpotensi menjadi tumpuan dalam penyelesaian akhir, didukung Sarach Yooyen dan Manuel Bihr yang memiliki pengalaman internasional.
Meski Indonesia memiliki keunggulan sebagai tuan rumah, catatan pertemuan kedua tim masih memihak Thailand. Dari 78 pertandingan sepanjang sejarah, Indonesia mencatat 25 kemenangan, 16 hasil imbang, dan 37 kekalahan. Statistik tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Herdman untuk membawa Garuda menciptakan sejarah baru.
Pertemuan terakhir Indonesia dan Thailand sebelum final kali ini terjadi pada 29 Desember 2022 di fase grup Piala AFF. Ketika itu, kedua tim bermain imbang 1-1. Indonesia sempat unggul melalui penalti Marc Klok, sebelum Sarach Yooyen menyamakan kedudukan bagi Thailand. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa Indonesia mampu memberikan perlawanan ketat kepada Gajah Perang.
Sebelumnya, kedua negara juga bertemu pada final Piala AFF 2020 yang dimainkan pada akhir Desember 2021 hingga awal Januari 2022. Indonesia kalah 0-4 pada leg pertama dan bermain imbang 2-2 pada leg kedua, sehingga Thailand keluar sebagai juara dengan agregat 6-2. Rekam jejak itu menjadi pengingat bahwa konsentrasi sepanjang pertandingan sangat menentukan.
Namun, kondisi kedua tim saat ini tidak sepenuhnya sama dengan pertemuan sebelumnya. Indonesia memiliki sejumlah pemain dengan pengalaman bermain di kompetisi luar negeri, sementara Thailand tetap mengandalkan kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda. Pertarungan di lini tengah diperkirakan menjadi salah satu faktor penentu hasil akhir.
Dukungan puluhan ribu suporter di SUGBK juga dapat menjadi energi tambahan bagi Indonesia. Apabila mampu memanfaatkan atmosfer stadion tanpa terbebani tekanan, Garuda berpeluang mengambil inisiatif serangan dan memaksa Thailand lebih banyak bertahan. Sebaliknya, Thailand berpotensi memanfaatkan ruang kosong melalui serangan balik cepat.
Dari segi peluang, Indonesia memiliki keunggulan dalam produktivitas gol selama turnamen, sedangkan Thailand menunjukkan pertahanan yang lebih rapat. Perbedaan karakter tersebut membuat final diperkirakan berlangsung dalam tempo tinggi, terutama pada babak pertama. Gol lebih awal akan sangat berpengaruh terhadap pendekatan taktik kedua pelatih.
Jika Indonesia mampu mempertahankan efektivitas seperti ketika membantai Bangladesh, peluang meraih kemenangan terbuka. Namun, Garuda harus menghindari kesalahan elementer dan tidak memberikan ruang terlalu luas kepada Chanathip maupun Supachai. Thailand memiliki pengalaman menghadapi pertandingan bertekanan tinggi yang bisa menjadi pembeda.
Melihat performa kedua tim, dukungan publik, serta kualitas pemain yang tersedia, Indonesia diprediksi memiliki peluang tipis untuk memenangkan pertandingan. Skor 2-1 menjadi proyeksi yang cukup realistis, dengan Mitchell Baker dan Ole Romeny berpotensi menjadi pembeda bagi Garuda, sementara Thailand dapat mengancam melalui Supachai Jaided. Final FIFA ASEAN Cup 2026 bukan sekadar pertandingan perebutan trofi, melainkan kesempatan bagi Indonesia untuk memperbaiki catatan panjang menghadapi Thailand. Apabila mampu tampil disiplin, efektif, dan menjaga mental bertanding, skuad Garuda berpeluang menutup laga Senin malam dengan sejarah manis di hadapan pendukung sendiri. (*)












