HEADLINE

Pembangunan Huntap Terus Dikebut : 24 Unit Tuntas, 434 Unit Dalam Proses

×

Pembangunan Huntap Terus Dikebut : 24 Unit Tuntas, 434 Unit Dalam Proses

Sebarkan artikel ini
Di hadapan Sestama BNPB, Rustian dan Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis serta pemangku kepentingan terkait lainnya, Staf Direksi PT Semen Padang, Donny Aswin Idham memaparkan tentang penggunaan material Sepablock dalam pembangunan hunian tetap (huntap) di Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kamis (30/4) lalu. IST/SEMEN PADANG

Alhamdulillah, lahan sudah kami siapkan, bahkan masih tersedia sekitar 20 titik lagi untuk pengembangan huntap. Kami berharap dukungan dari BNPB terus berlanjut,” ujarnya.

Hendri menekankan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga harus menyentuh aspek sosial dan ekonomi masyarakat terdampak. “Padang Panjang harus menjadi kota yang tangguh terhadap bencana, dengan masyarakat yang kembali bangkit dan memiliki tempat tinggal yang layak,” katanya.

Terpisah, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan meluasnya penggunaan Sepablock dalam pembangunan huntap mandiri menjadi bukti bahwa inovasi perusahaan tidak hanya diarahkan untuk kebutuhan bisnis, tetapi juga untuk menjawab kebutuhan sosial masyarakat, khususnya dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Baca Juga  Masyarakat Pariaman Unggul dan Produktif

“Sepablock merupakan salah satu bentuk kontribusi PT Semen Padang dalam menghadirkan solusi konstruksi yang cepat, efisien, dan tangguh bagi masyarakat terdampak bencana. Kami berharap inovasi ini dapat terus mendukung pemulihan daerah serta menghadirkan hunian yang lebih layak dan aman,” ujar Win.

Staf Direksi PT Semen Padang, Donny Aswin Idham menambahkan, keunggulan Sepablock sebagai material konstruksi yang dirancang khusus untuk efisiensi dan ketahanan bangunan, terutama dalam konteks hunian pascabencana.

Ia menjelaskan, penggunaan Sepablock memungkinkan proses pembangunan rumah selesai dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar 30 hari, tanpa mengorbankan kualitas. “Untuk pembangunan huntap, Sepablock telah memenuhi banyak poin penting. Selain waktu pembangunan yang relatif singkat, serta ramah gempa,” ujar Donny. Ia menambahkan, inovasi ini menjadi jawaban atas kebutuhan akan hunian yang tidak hanya cepat dibangun, tetapi juga layak dan bermartabat bagi masyarakat terdampak bencana. “Melalui Sepablock, kami ingin menghadirkan huntap yang tidak asal-asalan, tetapi hunian berkelas bagi masyarakat,” katanya. (*)