Program PKAN dinilai sebagai inisiatif strategis dalam menyiapkan generasi muda nagari agar memiliki daya saing, kreativitas, dan karakter yang kuat berbasis nilai adat dan budaya lokal.
Tedy Martha menekankan bahwa PKAN tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan harus menjadi gerakan bersama yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat nagari.
Ia juga meminta seluruh pemerintah nagari untuk menunjukkan komitmen nyata melalui dukungan kebijakan, penganggaran, serta pembinaan berkelanjutan terhadap program tersebut.
Komitmen itu mendapat respons positif dari para wali nagari yang hadir. Mereka menyatakan kesiapan untuk mengintegrasikan PKAN dalam perencanaan pembangunan nagari serta mendorong keterlibatan aktif masyarakat.
Dengan sinergi antara pemerintah kabupaten, kecamatan, dan nagari, program PKAN diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang unggul, adaptif, dan tetap berakar pada budaya lokal.
Melalui pelaksanaan SAPA NAGARI, Pemerintah Kabupaten Pasaman optimistis tata kelola pemerintahan nagari akan semakin profesional dan mampu mendorong pembangunan yang berkelanjutan demi peningkatan kesejahteraan masyarakat. (*)












