PASAMAN, HARIANHALUAN.ID – Pemerintah Kabupaten Pasaman resmi meluncurkan inovasi SIPAKAT (Sinergi Pemerintahan, Kesejahteraan Rakyat, dan Tatanan Hukum) sebagai langkah strategis dalam memperkuat koordinasi lintas sektor serta meningkatkan efektivitas penanganan berbagai isu strategis daerah.
Peluncuran inovasi tersebut dilaksanakan di Kecamatan Dua Koto, Rabu (15/4/2026), dan dihadiri oleh jajaran Pemerintah Daerah serta para camat se-Kabupaten Pasaman. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih responsif, terintegrasi, dan berdampak langsung kepada masyarakat.
Inovasi SIPAKAT merupakan gagasan dari
Asrial Arfandi Hasan, SSTP, MM selaku Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Pasaman sebagai tindak lanjut atas arahan Bupati Pasaman Welly Suheri. ST dalam mendorong lahirnya inovasi daerah yang mampu meningkatkan kinerja pemerintahan secara nyata.
Pada kesempatan tersebut, dilakukan penandatanganan launching SIPAKAT oleh Bupati Pasaman Welly Suheri, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Asrial Arfandi Hasan, SSTP, MM serta para camat se-Kabupaten Pasaman sebagai bentuk komitmen bersama dalam pelaksanaan inovasi ini secara berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Bupati Pasaman menegaskan dukungan penuh terhadap implementasi SIPAKAT sebagai forum strategis yang mampu mempercepat koordinasi dan memperkuat sinergi antar perangkat daerah.
“Saya mendukung penuh pelaksanaan SIPAKAT sebagai forum strategis yang mampu mempercepat koordinasi, memperkuat sinergi, dan memastikan setiap permasalahan di wilayah dapat diselesaikan secara cepat dan terukur,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran camat sebagai ujung tombak pemerintahan di tingkat kecamatan, sekaligus mendorong adanya respons cepat serta kolaborasi lintas sektor dalam menangani berbagai persoalan masyarakat.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asrial Arfandi Hasan, SSTP, dalam laporannya menyampaikan bahwa SIPAKAT dirancang sebagai forum koordinasi strategis antara camat dan perangkat daerah. Forum ini tidak hanya menjadi wadah diskusi, tetapi juga menghasilkan keputusan yang dapat langsung ditindaklanjuti.
“SIPAKAT merupakan instrumen untuk memastikan bahwa setiap isu strategis di wilayah dapat dibahas secara terpadu dan ditindaklanjuti secara nyata oleh seluruh pihak terkait,” jelasnya.
Pada tahap awal, implementasi SIPAKAT akan difokuskan pada sejumlah program prioritas daerah, di antaranya Wirid Remaja Bangkit, KDMP (Ketahanan dan Pemberdayaan Masyarakat), serta Nagari Tangguh Bencana.












