PADANG

Pemko Padang Luncurkan Program Padang Mandiri Benih Padi, Dorong Kemandirian Benih Lokal

×

Pemko Padang Luncurkan Program Padang Mandiri Benih Padi, Dorong Kemandirian Benih Lokal

Sebarkan artikel ini
Pemko Padang

PADANG, HARIANHALUAN.ID – Pemerintah Kota (Pemko) Padang resmi meluncurkan Program Padang Mandiri Benih Padi sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mewujudkan kemandirian benih melalui pemberdayaan penangkar lokal.

Program yang menjadi bagian dari Program Unggulan (Progul) Padang Melayani itu diluncurkan Wali Kota Padang, Fadly Amran, di areal persawahan Kelompok Tani Desa Baru, Kelurahan Air Pacah, Kecamatan Koto Tangah, Jumat (3/7/2026). Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penyerahan bantuan benih padi bersertifikat kepada sejumlah kelompok tani.

Fadly Amran menegaskan sektor pertanian merupakan salah satu penopang utama ketahanan pangan Kota Padang. Dengan luas baku sawah mencapai 4.358 hektare, ketersediaan benih unggul menjadi faktor penting untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

“Melalui program Padang Mandiri Benih Padi, kita ingin mengurangi ketergantungan terhadap benih dari luar daerah sekaligus memperkuat kapasitas penangkar benih lokal. Manfaat ekonominya tidak hanya dirasakan petani pengguna benih, tetapi juga kelompok penangkar yang memproduksinya,” kata Fadly.

Baca Juga  Pemko Padang Capai 64,43 Persen Target PAD pada Triwulan III 2026

Ia menjelaskan, pada 2026 Pemko Padang melalui Dinas Pertanian menyalurkan bantuan sebanyak 14,37 ton benih padi bersertifikat kepada 29 kelompok tani di enam kecamatan, yakni Koto Tangah, Kuranji, Lubuk Begalung, Lubuk Kilangan, Pauh, dan Bungus Teluk Kabung. Bantuan tersebut ditargetkan memenuhi kebutuhan benih untuk 575 hektare lahan sawah.

Menurut Fadly, program tersebut juga didukung mekanisme off take melalui APBD Kota Padang Tahun 2026. Skema itu memberikan kepastian pemasaran bagi penangkar benih lokal, sekaligus menjamin ketersediaan benih unggul bagi kelompok tani.

“Yang harus kita dorong bukan hanya penyediaan benih, tetapi juga teknologi pertanian, peningkatan mutu, dan kolaborasi semua pihak. Dengan lahan yang terbatas, kita ingin hasil pertanian terus meningkat sehingga semakin menyejahterakan petani,” ujarnya.

Fadly juga mengingatkan pentingnya menjaga keberadaan lahan pertanian dari alih fungsi serta mendorong pemanfaatan teknologi agar sektor pertanian semakin diminati generasi muda. Menurutnya, petani milenial akan menjadi salah satu kunci keberlanjutan pembangunan pertanian di Kota Padang.

Baca Juga  Wako Fadly Amran Apresiasi Buku Mitigasi Bencana Berbasis Kultural

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani, mengatakan Program Padang Mandiri Benih Padi merupakan implementasi RPJMD Kota Padang 2025–2030. Program ini hadir sebagai respons atas berkurangnya luas baku sawah di Kota Padang dari 5.216 hektare pada 2019 menjadi 4.358 hektare pada 2024, serta masih tingginya penggunaan benih yang belum bersertifikat.

Ia menjelaskan, Pemko Padang menargetkan seluruh kebutuhan benih padi bersertifikat dapat dipenuhi oleh penangkar lokal. Program tersebut akan terus dilaksanakan hingga 2030, dengan target pada 2029 seluruh lahan sawah di Kota Padang telah menggunakan benih padi bersertifikat hasil produksi penangkar lokal.