EkBis

Penerapan Teknologi AWD Jepang Libatkan Poktan Santok Indah

×

Penerapan Teknologi AWD Jepang Libatkan Poktan Santok Indah

Sebarkan artikel ini
CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 85

PARIAMAN, HARIANHALUAN.ID — Upaya meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi usaha tani padi terus dilakukan. Di Desa Air Santok, teknologi Alternate Wetting and Drying (AWD) mulai diterapkan sebagai bagian dari riset kolaboratif yang diharapkan mampu mendorong hasil panen dan kesejahteraan petani.

Penerapan teknologi ini melibatkan Kelompok Tani (Poktan) Santok Indah sebagai lokasi percontohan. Selain berorientasi pada peningkatan produksi, metode AWD juga dinilai memiliki potensi dalam efisiensi penggunaan air dan pengelolaan lahan secara berkelanjutan.

“Air Santok merupakan satu kebanggaan bagi kami, khususnya Poktan Santok Indah. Serap ilmunya dengan baik sehingga teknologi AWD ini bisa diterapkan di sini dan nantinya juga bisa diterapkan pada Poktan lainnya yang ada di Kota Pariaman,” ujar Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi.

Baca Juga  Jelang Ramadan, Harga Sembako di Pasar Pinang Stabil

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Archeda dan Universitas Andalas (Unand) yang telah mendampingi petani dalam penerapan teknologi tersebut.

Melalui penelitian ini, akan dikaji secara komprehensif berbagai aspek, mulai dari teknis budidaya, dampak lingkungan, hingga kelayakan ekonomi. Penentuan lokasi ideal untuk implementasi metode AWD sebelum masa tanam juga menjadi bagian penting dari riset ini.

“Saya berharap pertanian di Desa Air Santok ini mendapatkan hasil pertanian yang melimpah, dan produktivitas padi meningkat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Air Santok, Edison, menilai kolaborasi dengan pihak eksternal, termasuk perguruan tinggi, menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas petani lokal.

Baca Juga  Ramadan Berbagi di RSUD M. Zein Painan, Lisda Hendrajoni dan Green Generation Tebar Kepedulian untuk Pasien

Menurutnya, Poktan Santok Indah kerap menjadi mitra dalam berbagai program penelitian dan pengembangan pertanian, sehingga kembali dipercaya sebagai objek penelitian oleh Archeda.

“Saya berharap kegiatan ini bisa terus dikawal oleh pihak Unand sehingga dapat meningkatkan hasil panen petani kami dan lebih mensejahterakan para petani di Air Santok ini,” ujarnya. Dengan pendekatan berbasis riset dan kolaborasi lintas sektor, penerapan teknologi AWD diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menciptakan model pertanian yang lebih efisien dan berdaya saing di tingkat daerah. (*)