HEADLINEKABA RANTAUNASIONALRANAH & RANTAU

Pengurus IKAB Palembang Minta Gubernur Sumbar Fasilitasi Pembentukan Organisasi IKAB Nasional

×

Pengurus IKAB Palembang Minta Gubernur Sumbar Fasilitasi Pembentukan Organisasi IKAB Nasional

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum IKAB Palembang, Ir. Reflin Arda, MAP, M.Si

Baitul Maal ini dikelola secara Islami, tanpa riba, tanpa biaya. Uang Baitul Maal berasal dari hibah, pemberian, infaq dan atau sedekah dari warga muslim terutama keluarga besar IKAB di samping pinjaman tanpa memberikan bunga (keuntungan) kepada yang meminjamkan uangnya. Sebaliknya, warga yang meminjam uang tidak dikenakan biaya sama sekali, tanpa bunga, tanpa biaya administrasi dan skema serta jangka waktu pengembalian disesuaikan dengan kemampuan peminjam.

Kegiatan baitul maal membangun ekonomi umat dengan memberantas riba ini menjadi sangat penting. Sebab riba dengan aktivitas rentenir (pinjam 100 bunga 20 persen dalamwaktu 40 hari atau 80 hari) banyak terjadi di Palembang dan menurut informasi juga banyak terjadi di Ranah Minangkabau. “Padahal Minangkabau itu punya falsafah, ‘Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah,’ tetapi mengapa banyak praktek riba terjadi. Di hampir semua kabupaten/kota diperoleh informasi ada kegiatan rentenir yang meminjamkan uang dengan bunga tinggi,” tambahnya.

“Kami pengurus IKAB Palembang hasil Musyawarah Tinggi (MUTI) VI di Gedung Cindua Mato Badan Musyawarah Keluarga Minangkabau (BMKM) Sumsel, Ahad 19 Mei 2024 dengan Ketua Umum, Ir. Reflin Arda, MAP, M.Si yang mengalahkan Ifrajoni, SE (Sekretaris Umum BMKM Sumsel), tetap istiqamah melaksanakan kegiatan yang sudah diprogramkan,” tambah Afdhal Azmi Jambak yang Sekretaris Umum BMKM Sumsel periode 2002-2006 dengan Ketua Umum, H. Syahrudin Ismail.

Baca Juga  Tujuh Tersangka Kasus RSUD Pasaman Barat Ditahan, Kuasa Hukum HW Rahmi Jasmin: Kliennya Dizalimi

Pengurus IKAB Palembang mengharapkan Gubernur Mahyeldi menjadi pemersatu dan perekat organisasi keluarga Agam dan Bukittinggi di perantauan. “Selain beberapa kegiatan tersebut, IKAB Palembang juga melaksanakan kegiatan pelestarian kesenian khas Minang antara lain tambua, tari piring dan pencak silat.

“Kita akan buat sasaran di Sekretariat IKAB Palembang, Masjid IKAB Daarul Mukhlishin dengan menggunakan halaman masjid sebagai tempat latihan. Kami senang dan bersyukur sejumlah tokoh muda IKAB yang sempat ikut organisasi lain yang dibentuk oleh beberapa orang termasuk yang kalah dalam Musyawarah Tinggi (Muti) IKAB sudah kembali bergabung dengan IKAB Palembang,” tambahnya.

Beberapa orang yang kembali ke IKAB antara lain Febri Musriandy, SE, tokoh muda yang juga Ketua Umum Ikatan Keluarga Koto Kaciak Sekitarnya (IKKEK/S) dan kawan-kawan. Semula mereka di-SK kan oleh BMKM Sumsel dan dilantik, padahal IKKEK/S itu organisasi di bawah IKAB Palembang.

“Alhamdulillah. Kami pengurus IKKEK/S Palembang periode 2025-2030 sudah dilantik oleh Ketua Umum IKAB Palembang. Insya Allah kita akan bersama-sama terus membesarkan IKAB ini,” katanya.

Baca Juga  Fadli Zon Perjuangkan Isu Tani di Forum Parlemen ASEAN

Sementara itu, Drs. H. Asnal Olon, salah satu ulama asal Lubuk Basung di Palembang dan pernah menjadi anggota DPRD mengharapkan Gubernur Mahyeldi Ansharullah sebagai  pemimpin di Sumbar menjadi pelopor pemersatu warga Minang termasuk di perantauan. “IKAB Palembang dari dulu sampai kini eksis. Pengurus sekarang luar biasa. Mempunyai ide, pemikiran dan eksekusi program-program bermanfaat. Mereka bangga dan berterima kasih dengan para sesepuh pendiri IKAB dan istiqamah mempertahankan eksistensi IKAB dari orang-orang yang secara langsung atau tidak langsung memecah belah,” katanya.

Asnal Olon mengharapkan Gubernur Sumbar, Mahyeldi memberdayakan IKAB di berbagai daerah lainnya untuk membantu menyukseskan program-program pembangunan dan mengatasi masalah di kampung halaman, Agam dan Bukittinggi.

Sedangkan Prof. Chairil Anwar, Ph.D, guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri) percaya, Gubernur Mahyeldi Ansharullah itu orang pintar, arif dan bijaksana dan akan bersikap proporsional. “Semoga Pak Mahyeldi mau memfasilitasi pembentukan IKAB Nasional. Kita siap memaparkan konsep di hadapan Gubernur Sumbar tentang urgensi IKAB Nasional. Kita harapkan tokoh-tokoh Urang Agam dan Bukitttinggi di Jakarta dan berbagai daerah lainnya mau ikut membentuk IKAB Nasional,” katanya.