PADANG, HALUAN – Himpunan Pengusaha Randang Minangkabau (HIPERMI) merayakan hari jadinya yang ke-3, Sabtu (13/6/2026). Peringatan ini mengusung tema Menguatkan Kolaborasi, Meningkatkan Daya Saing Randang Minangkabau Menuju Pasar Nasional dan Global. Momentum ini menjadi ajang refleksi atas perjalanan organisasi dalam membina pelaku usaha randang sekaligus merumuskan langkah strategis untuk memperluas pasar hingga tingkat internasional.
Ketua Umum HIPERMI, Ir. Febrianti Takarina, MT mengungkapkan bahwa selama tiga tahun terakhir organisasi tersebut telah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Saat ini HIPERMI memiliki lebih dari 200 anggota yang tersebar di 15 cabang, terdiri dari 14 cabang di kabupaten dan kota di Sumatera Barat serta satu cabang di Jakarta.
“Sudah tiga tahun perjalanan HIPERMI sejak menggelar musyawarah nasional pertama. Banyak capaian yang telah diraih, namun masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama. Momentum ini menjadi ruang untuk saling berbagi inspirasi, pengalaman, sekaligus mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha randang,” ujar Febrianti.
Menurutnya, salah satu target besar HIPERMI dalam tiga tahun ke depan adalah meningkatkan daya saing randang Minangkabau di pasar nasional maupun global. Berbagai kerja sama dengan sejumlah negara telah mulai dijalin untuk membuka peluang ekspor yang lebih luas. Selain itu, HIPERMI juga menargetkan memiliki dapur produksi bersama pada tahun depan guna mendukung peningkatan kapasitas produksi anggota.
“Kami berharap ada dukungan lebih besar dari pemerintah, terutama dalam kemudahan perizinan bagi pelaku UMKM. Banyak usaha yang sebenarnya memiliki potensi besar, namun masih terkendala dalam pengurusan legalitas dan berbagai persyaratan lainnya,” katanya.
Dewan Pembina HIPERMI, Dr. Syukriah H.G., S.H., M.Hum., menjelaskan bahwa organisasi ini sejak awal dibentuk untuk menjadi wadah pemberdayaan UMKM randang di Sumatera Barat. Selain fokus pada peningkatan kapasitas pelaku usaha, HIPERMI juga mendorong standarisasi produk dan perluasan pasar ekspor.
“HIPERMI tidak hanya menghimpun pengusaha randang, tetapi juga melibatkan petani sebagai penyedia bahan baku. Kami ingin membangun ekosistem yang kuat dari hulu hingga hilir agar randang sebagai warisan budaya Minangkabau semakin berdaya saing,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa randang merupakan identitas budaya yang telah dikenal luas, sehingga perlu dijaga dan dikembangkan bersama. Menurutnya, apa yang dilakukan HIPERMI sejalan dengan program pembangunan ekonomi nasional yang menekankan penguatan UMKM dan ketahanan pangan berbasis potensi daerah.
“Pasar nasional saja sebenarnya masih sangat potensial. Karena itu, penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan menjadi hal yang penting,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumatera Barat, Endrizal, menyatakan dukungannya terhadap keberadaan HIPERMI sebagai wadah yang menyatukan para pelaku usaha randang. Menurutnya, kualitas produk, efisiensi produksi, dan strategi pemasaran harus terus diperkuat agar randang Sumatera Barat semakin kompetitif.
“Kita ingin bagaimana kualitas randang terus meningkat, pemasarannya semakin luas, dan biaya produksinya bisa ditekan sehingga lebih kompetitif. Salah satu peluang besar yang bisa dimanfaatkan adalah memenuhi kebutuhan konsumsi jamaah haji dan umrah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah akan terus mendorong inovasi teknologi produksi dan penguatan koperasi agar pelaku usaha dapat memperoleh bahan baku dan sumber energi dengan biaya yang lebih efisien. Dengan demikian, ongkos produksi dapat ditekan tanpa mengurangi kualitas produk.
Pada peringatan HUT ke-3 tersebut, HIPERMI juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Pos Indonesia sebagai upaya memperkuat distribusi produk randang ke berbagai daerah.
Executive General Manager PT Pos Indonesia, Giri Andika Wijaksana, mengatakan pihaknya siap mendukung perkembangan UMKM yang tergabung dalam HIPERMI melalui layanan logistik yang kompetitif.
“Keunggulan PT Pos Indonesia adalah tarif yang bersaing dan kecepatan pengiriman. Produk randang dapat sampai ke tujuan hanya dalam satu hingga dua hari. Selain itu, kami juga menyediakan layanan pengemasan ulang untuk mendukung kebutuhan UMKM,” jelasnya.
Melalui kolaborasi yang semakin luas antara pelaku usaha, pemerintah, lembaga keuangan, dan sektor logistik, HIPERMI optimistis randang Minangkabau tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga mampu memperkuat posisinya sebagai produk unggulan Indonesia di pasar dunia. (h/yes)







