Saat ini, sekitar 50,64 persen pasokan listrik di Sumatera Barat disebut telah berasal dari energi baru terbarukan (EBT). Kondisi itu menjadikan Sumbar sebagai salah satu daerah dengan kontribusi energi hijau tertinggi di Indonesia.
Dorongan transisi energi juga semakin kuat setelah Presiden Prabowo Subianto mencanangkan pembangunan PLTS berkapasitas 100 Giga Watt (GW) di seluruh Indonesia hingga tahun 2029 dalam Program Ketahanan Energi Nasional.
Dengan masuknya usulan PLTS 50 MW ke dalam RUPTL 2027, Pesisir Selatan kini mulai memposisikan diri sebagai salah satu calon pusat pertumbuhan ekonomi hijau baru di pesisir barat Sumatera. (*)












