PADANG, Harian Haluan. id – Setelah berhasil meraih Sertifikat Adiwiyata Level 1, MAN 2 Kota Padang langsung bergerak cepat mempersiapkan langkah berikutnya dengan menggelar Rapat Persiapan Madrasah Adiwiyata, Jumat (31/7/26).
Rapat tersebut merupakan tindak lanjut atas keberhasilan MAN 2 Kota Padang memperoleh Sertifikat Adiwiyata Level 1 yang diserahkan Pejabat Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbar, Muhammad Shiddiq Promono, Selasa (28/7/26) usai proses penilaian yang berlangsung sekitar tiga jam.
Dalam rapat tersebut, sebanyak 80 anggota Tim Adiwiyata yang terdiri dari unsur pimpinan, guru, tenaga kependidikan, petugas kebersihan, hingga tim keamanan hadir untuk menyusun strategi menuju pencapaian yang lebih tinggi.
Selain itu, pihak madrasah juga menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh warga madrasah, khususnya murid, sebagai ujung tombak dalam mewujudkan budaya peduli lingkungan.
Kepala MAN 2 Kota Padang, Ahmad Asdi, mengungkapkan rasa syukur atas capaian yangberhasil diraih berkat kerja keras seluruh tim.
“Alhamdulillah, setelah melalui proses penilaian selama tiga jam oleh tim DLH Sumatera Barat. Kita berhasil memperoleh Sertifikat Adiwiyata Level 1. Prestasi ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim yang telah bergabung dan bekerja dengan penuh dedikasi,” ujarnya.
Menurut Ahmad Asdi, keberhasilan tersebut bukanlah tujuan akhir. MAN 2 Kota Padang kini menargetkan untuk melangkah lebih jauh hingga meraih predikat Madrasah Adiwiyata Nasional pada tahun 2027.
“Target kita tentunya bukan hanya sampai di tingkat Provinsi Sumatera Barat. Insya Allah kita akan terus melangkah hingga tingkat nasional. Kita berharap pada tahun 2027 MAN 2 Kota Padang sudah berhasil menjadi Madrasah Adiwiyata Nasional,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa program Adiwiyata harus menjadi budaya yang terus dijalankan, bukan sekadar memenuhi persyaratan penilaian.
“Madrasah Adiwiyata, madrasah sehat, serta madrasah ramah anak tidak bisa berhenti hanya karena telah memperoleh sertifikat. Program ini harus terus berlanjut karena menjadi kebutuhan madrasah dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, sehat, dan mendukung proses pembelajaran,” jelas Ahmad Asdi.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh warga madrasah untuk terlibat aktif dalam setiap tahapan persiapan menuju Adiwiyata tingkat nasional.

“Untuk mempersiapkan Adiwiyata ini, kita semuanya harus terlibat langsung. Tidak hanya panitia yang berjumlah sekitar 80 orang yang terdiri dari guru, tenaga kependidikan, petugas kebersihan, dan keamanan, tetapi seluruh warga madrasah serta para siswa harus menjadi ujung tombak gerakan peduli lingkungan di lapangan,” katanya.
Sebagai bagian dari persiapan penilaian tahun 2026, seluruh dokumen pendukung dan bukti fisik yang memenuhi 24 indikator Adiwiyata akan diunggah ke dalam aplikasi Sistem Informasi Adiwiyata (SIDIA) sebagai syarat administrasi dan penilaian. (humas).






