BUKITTINGGI, HARIANHALUAN. ID- Guna memastikan keselarasan antara kegiatan akademik dan penguatan karakter siswa, Wakil Kepala Madrasah (Wakur) Bidang Kurikulum MAN 2 Kota Bukittinggi, Deswita, menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama tim fasilitator ko-kurikuler, Senin (4/5/2026), di ruang Wakil Kepala Madrasah.
Rakor tersebut difokuskan pada pematangan program ko-kurikuler yang akan dilaksanakan pada semester berjalan. Dalam arahannya, Deswita menegaskan bahwa kegiatan ko-kurikuler bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian integral dalam membentuk kompetensi siswa secara utuh, termasuk dalam penilaian rapor.
“Koordinasi ini sangat krusial agar beban belajar siswa tetap seimbang dan tujuan pembelajaran antara intrakurikuler dan ko-kurikuler dapat berjalan beriringan tanpa saling tumpang tindih,” ujarnya.
Dalam pertemuan itu, sejumlah poin strategis menjadi pembahasan utama, di antaranya sinkronisasi jadwal agar tidak berbenturan dengan agenda penilaian, optimalisasi peran fasilitator sebagai pendamping yang mendorong kreativitas siswa, serta evaluasi berbagai kendala teknis dan sumber daya di lapangan.
Suasana rapat berlangsung dinamis melalui diskusi aktif dan sesi berbagi praktik baik antar fasilitator. Berbagai ide kreatif pun mengemuka, terutama terkait tema proyek “Adab Makan dan Bertingkah Laku” untuk Fase E kelas X serta “Senam Kesegaran Jasmani” untuk Fase F1 kelas XI.
Fasilitator ko-kurikuler sendiri merupakan guru yang ditunjuk madrasah untuk merencanakan, mendampingi, dan mengevaluasi kegiatan pengayaan intrakurikuler. Untuk Fase E kelas X, fasilitator berasal dari guru Pendidikan Agama Islam, Bahasa Indonesia, dan Pendidikan Pancasila. Sementara pada Fase F1 kelas XI melibatkan guru Matematika, Penjaskes, dan Fiqih.
Mereka bertugas merancang alur proyek, mengaitkan materi pelajaran dengan potensi lokal, serta membimbing siswa dalam pembentukan karakter dan penyusunan portofolio hasil belajar.
Kepala MAN 2 Kota Bukittinggi, Amri, menegaskan pentingnya keseimbangan antara ilmu dan adab dalam proses pendidikan. Menurutnya, kecerdasan intelektual harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter.
“Adab jauh lebih tinggi daripada ilmu. Pintar saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan etika, kesantunan, dan penghormatan kepada sesama. Kegiatan ko-kurikuler ini menjadi sarana bagi siswa untuk mempraktikkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya kesehatan jasmani bagi siswa, khususnya melalui kegiatan senam kesegaran jasmani bagi kelas XI.
“Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Melalui kegiatan ini, kita ingin membentuk generasi yang tangguh secara fisik, dengan pikiran yang jernih dan semangat belajar yang tinggi,” tambahnya.
Melalui rakor ini, pelaksanaan program ko-kurikuler di MAN 2 Kota Bukittinggi diharapkan semakin terarah dan berkualitas, serta mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat sesuai dengan visi madrasah. (*)






