PASBAR, HARIANHALUAN.ID – Di tengah barisan lebih dari 3.000 peserta Apel Besar Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026, seorang perempuan muda berdiri tegak di depan lapangan. Suaranya lantang, langkahnya mantap dan setiap aba-aba disampaikannya dengan penuh keyakinan.
Dialah Reva Quentin, pelajar kelas XII Kesehatan 1 SMA Istiqomah Pasaman Barat. Pada Rabu (26/8/2026), Reva mendapat kepercayaan menjadi pemimpin upacara dalam Apel Besar Hari Pramuka ke-65 yang digelar di halaman Kantor Bupati Pasaman Barat. Reva Quentin merupakan anak dari pasangan Randi putra dan Uun agustina ini memiliki dua orang saudara.
Bagi sebagian orang, berdiri di hadapan ribuan peserta mungkin menjadi pengalaman yang menegangkan. Namun bagi Reva, kesempatan itu justru menjadi pembuktian bahwa perempuan juga mampu berdiri di garis terdepan, mengambil peran dan memimpin.
Perempuan juga harus bisa tampil lebih baik dalam banyak aspek, menjadi salah satu motivasi Reva dalam menjalani aktivitasnya di Gerakan Pramuka.
Keberanian Reva tidak lahir dalam semalam. Ia telah mengenal Pramuka sejak duduk di bangku MTsN dan terus mengikutinya hingga jenjang SMA.
Bertahun-tahun berada dalam kegiatan kepramukaan membuatnya memahami bahwa Pramuka bukan sekadar kegiatan baris-berbaris atau mengenakan seragam cokelat.
Di sana, Reva belajar disiplin, membangun kepercayaan diri, mengembangkan kemampuan diri, sekaligus mempersiapkan mental untuk menghadapi masa depan.
“Di Pramuka kita diajarkan disiplin, percaya diri dan pengembangan diri untuk masa depan. Pramuka juga mengajarkan leadership dan mentality,” ujar Reva.
Pengalaman itu pula yang menempa Reva hingga berani menerima tanggung jawab sebagai pemimpin upacara. Ia harus mampu mengendalikan rasa gugup, menjaga konsentrasi, serta memastikan seluruh rangkaian upacara berjalan dengan baik.
Di hadapannya bukan hanya teman-teman sebaya. Ribuan peserta pramuka menjadi saksi ketika seorang pelajar perempuan mengambil posisi penting dalam upacara tersebut.












