HARIANHALUAN.ID— Dosen dan mahasiswa Program Studi Sastra Inggris Universitas Negeri Padang (UNP) turun gunung ke Nagari Simalanggang, Payakumbuh, dalam sebuah aksi nyata pengabdian masyarakat.
Lewat skema Program Integrasi Program Studi dan Nagari (PIPN), tim akademisi ini menginisiasi Rumah Literasi Budaya: Penguatan Literasi Anak Berbasis Kearifan Lokal untuk memantik minat baca sekaligus menanamkan nilai-nilai adat sejak dini.
Suasana di Nagari Simalanggang mendadak riuh dan hangat saat 25 anak yang tergabung dalam Komunitas Gerbang Kita diajak belajar lewat serangkaian educational games. Tidak hanya membaca buku, anak-anak diajak menyelami kearifan lokal Minangkabau melalui permainan interaktif yang mengasah kreativitas, kemampuan berkomunikasi, dan rasa bangga terhadap budaya sendiri.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) UNP, Sari Fitria, S.S., M.A., menegaskan bahwa program ini dirancang sebagai wadah belajar yang menyenangkan tanpa kehilangan akar tradisinya.
“Rumah Literasi Budaya menjadi salah satu upaya memperkuat literasi anak sekaligus mengenalkan dan mempertahankan kearifan lokal melalui kegiatan yang menyenangkan. Ini bentuk kontribusi nyata kampus untuk nagari-nagari di Sumatra Barat,” ujar Sari.
Integrasi antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat dalam PIPN ini terbukti sukses menghidupkan ruang belajar anak-anak nagari. Pengelola Komunitas Gerbang Kita, Redha, mengapresiasi tinggi kehadiran tim dari UNP yang dinilainya membawa angin segar bagi pola belajar anak-anak di daerah tersebut.
“Anak-anak sangat semangat mengikuti kegiatan. Orang tua juga memberikan respons yang baik dan mendukung penuh. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena anak-anak dapat belajar sambil bermain,” tutur Redha dengan nada optimis.
Melalui sinergi Rumah Literasi Budaya ini, UNP membuktikan bahwa edukasi modern dan pelestarian nilai budaya lokal bisa berjalan berdampingan, membawa manfaat langsung yang berdampak bagi generasi muda di tingkat nagari. (*)











